Mata Uang EM Asia Tertekan, Won dan Kospi Turun Terdalam
Tuesday, March 03, 2026       15:10 WIB
  • Kurs mata uang emerging market Asia melemah serempak, dipimpin won yang anjlok 1,9%, indeks KOSPI juga ambles 7,2% di tengah eskalasi perang AS-Israel melawan Iran.
  • Lonjakan harga minyak hingga mendekati 30% sejak awal tahun memicu kembali kekhawatiran inflasi dan mendorong penguatan dolar AS sebagai aset  safe haven .
  • Tekanan terutama dialami negara pengimpor energi, dan berpotensi menunda pemangkasan suku bunga di sejumlah negara Asia.

Ipotnews - Kurs mata uang negara-negara  emerging market    Asia serempak melemah hingga mendekati akhir sesi perdagangan hari ini, Selasa (3/3).
Mata uang dan indeks saham Korea Selatan memimpin kejatuhan di pasar uang dan bursa saham Asia, di tengah kegelisahan di kawasan akan dampak perang AS-Irael melawan Iran. Harga minyak melonjak dan menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi bagi negara-negara pengimpor komoditas tersebut.
Laman Reuters melaporkan, hingga mendekati pukul 15:00 WIB, won anjlok 1,9% ke level terendah lebih dari tiga pekan di 1.467,80 terhadap dolar. Indeks KOSPI ambles hingga 7,2%, mencatat sesi terburuk dalam hampir empat bulan. Kejtuhan tersebut mencerminkan tekanan pada ekonomi Korea Selatan yang bergantung pada impor minyak.
Kejtuhan indeks KOSPI jauh lebih tajam dibandingkan pasar Asia secara keseluruhan, ketika indeks Nikkei Jepang terperosok 3%, indeks TAIEX Taiwan anjlok 2%, dan indeks Shanghai Composite China merosot lebih dari 1%, setelah pasar domestik Korea Selatan tutup pada Senin karena hari libur nasional.
Bursa saham Korea Selatan harus mengejar ketertinggalan akibat meluasnya konflik militer di Timur Tengah, setelah libur pada Senin kemarin. Aksi jual memicu penghentian sementara perdagangan selama lima menit setelah kontrak berjangka KOSPI 200 menukik turun lebih dari 5%.
AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran akhir pekan terhadap Iran, menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Teheran membalas dengan menutup Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar 20% aliran minyak global.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan ia memperkirakan perang melawan Iran "tidak akan berlangsung bertahun-tahun". Konflik meluas dengan Israel menyerang target Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon dan Iran menyerang negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan AS.
Harga minyak melonjak, sehingga kenaikan sejak awal tahun mencapai sekitar 30%, termasuk lonjakan hampir 10% setelah serangan tersebut.
Indeks dolar AS menyentuh level tertinggi enam pekan karena permintaan aset aman. Kekhawatiran bahwa inflasi akibat minyak dikhawatirkan akan membatasi kemampuan Federal Reserve AS untuk memangkas suku bunga tahun ini.
Kerugian terkonsentrasi pada mata uang negara pengimpor energi dalam perdagangan yang sepi karena libur di sejumlah negara. Baht Thailand melorot 0,7% dan peso Filipina turun 0,4%, memperpanjang penurunan Senin kemarin.
Dolar Taiwan turun 0,6%. Ringgit Malaysia melemah 0,2%, sementara dolar Singapura dan rupiah Indonesia relatif mendatar. Yuan menguat tipis.
Sementara itu, indeks saham KLSE di Kuala Lumpur dan PSEI Manila memangkas sebagian kerugian, masing-masing meningkat 0,7% dan 0,1%. Indeks STI Singapura melau 0,9% setelah mengalami penurunan tajam pada perdagangan Senin. Indeks saham TAIEX Taipei anjlok 2,2%, dan indeks Nikkei 225, Tokyo juga anjlok 2%.
Investor yang mencari diversifikasi regional mempertimbangkan saham Asia di luar Jepang - khususnya saham Singapura, kata Afdhal Rahman, direktur eksekutif penasihat kekayaan OCBC .
"Pasar lokal semakin dipandang sebagai  safe haven  di kawasan, ditopang kebijakan yang dapat diprediksi, mata uang yang stabil, dan ekonomi yang kuat," ujarnya seperti dikutip Reuters.
Kenaikan harga minyak mentah juga kembali memicu kekhawatiran bahwa inflasi di Asia dapat kembali meningkat, mempersempit ruang bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan.
"Secara keseluruhan, kami tidak berpikir bank sentral Asia akan menaikkan suku bunga hanya karena risiko ini. Tetapi hal itu dapat menunda pemangkasan suku bunga untuk negara seperti Filipina dan Indonesia, serta semakin mengurangi peluang pemangkasan di pasar seperti India dan Korea Selatan," kata Michael Wan, ekonom senior di MUFG kepada Reuters.
Data penting pekan ini mencakup rilis inflasi Filipina dan Thailand pada Kamis serta indeks harga konsumen Korea Selatan pada Jumat. Bank sentral Malaysia akan menggelar rapat pada Kamis dan secara luas diperkirakan mempertahankan suku bunga tetap. (Reuters)
 Asia stock indexes and currencies at 0628 GMT 

COUNTRY

FX DAILY %

FX YTD %

STOCKS DAILY %

STOCKS YTD %

Japan

+0.03

-0.41

3.09

8.54

China

+0.17

+1.36

-1.21

4.11

India

-

-1.75

-

-4.84

Indonesia

-0.15

-1.24

0.03

-7.26

Malaysia

-0.15

+3.21

0.84

2.05

Philippines

-0.41

+0.66

0.11

6.29

S.Korea

-1.82

-1.85

-7.24

37.45

Singapore

-0.03

+0.94

0.83

6.14

Taiwan

-0.59

-0.57

-2.20

18.51

Thailand

-0.62

-0.33

-

16.42


Sumber : admin