Laba Bersih NICL Melonjak Jadi Rp358,07 Miliar di Semester 1 2025
Friday, July 18, 2025       14:12 WIB

Ipotnews - PT PAM Mineral Tbk () berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp358,07 miliar pada Semester I 2025, melonjak hampir lima kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp73,59 miliar.
Berdasarkan laporan posisi keuangan konsolidasian tidak diaudit per 30 Juni 2025 di laman resmi IDX, Jumat (18/7), total penjualan tercatat sebesar Rp1,05 triliun, tumbuh signifikan dari Rp419,19 miliar pada semester I 2024. Kenaikan penjualan ini berkontribusi terhadap laba bruto sebesar Rp523,46 miliar dan laba usaha sebesar Rp456,30 miliar.
Direktur Utama Ruddy Tjanaka, menegaskan komitmen manajemen terhadap penyajian laporan keuangan yang transparan dan sesuai standar. "Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian PT PAM Mineral Tbk dan entitas anak sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia," ujarnya dalam surat pernyataan direksi tertanggal 17 Juli 2025.
Total aset perusahaan juga meningkat menjadi Rp1,09 triliun per akhir Juni 2025, dari sebelumnya Rp1,05 triliun pada akhir Desember 2024. Peningkatan terutama berasal dari kenaikan kas dan setara kas yang mencapai Rp358,56 miliar, serta piutang usaha pihak ketiga sebesar Rp115,22 miliar.
Dari sisi kewajiban, total liabilitas mengalami penurunan menjadi Rp150,69 miliar dibandingkan Rp171,92 miliar pada akhir tahun lalu. Sementara itu, total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan naik menjadi Rp946,68 miliar dari Rp876,28 miliar.
Direktur , Herman Thio, turut menyatakan bahwa informasi yang disajikan dalam laporan keuangan telah dimuat secara lengkap dan benar. "Laporan keuangan konsolidasian tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material," ujarnya dalam kesempatan yang sama.
Dengan laba per saham dasar sebesar Rp33,61, saham dinilai berpotensi menarik minat investor yang mengincar fundamental kuat di sektor pertambangan mineral.
(Adhitya/AI)

Sumber : admin
An error occurred.