-
Laba Bersih Emiten Grup Bakrie (BNBR) Melonjak 49,6%
Saturday, June 13, 2026 08:18 WIB
JAKARTA, investor.id- PT Bakrie & Brothers Tbk () membukukan kenaikan laba bersih sebesar 49,6% secara year on year (yoy) senilai Rp 503 miliar di sepanjang tahun 2025, dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 336 miliar.
juga mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 3,74 triliun pada tahun 2025, turun sebesar 3% secara yoy dibanding tahun sebelumnya.
"Alhamdulillah, di tengah ketegangan geopolitik yang berkepanjangan, volatilitas pasar energi, gangguan rantai pasokan, dan perlambatan pertumbuhan global serta fragmentasi perdagangan yang meningkat, Perseroan mampu mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025," ucap Direktur Utama & CEO , Anindya N Bakrie, usai Rapat Umum Pemegang Saham ( RUPS ) Tahunan perseron, di Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Pendapatan bersih berasal dari PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group sebesar Rp 2,2 triliun, PT Teknologi Mobilitas Tbk. () Group sebesar Rp 1,08 triliun, dan PT Bakrie Indo Infrastructure ( BIIN ) Group sebesar Rp 464,21 miliar.
Anindya menambahkan, di tengah kondisi perekonomian terkini, perseroan optimis mampu terus menjaga pertumbuhan dan stabilitas di tengah perubahan global.
Menurutnya, kemampuan beradaptasi dan daya tahan perseroan terhadap berbagai perubahan dan gejolak ekonomi akan menjadi modal untuk memastikan keberlanjutan usaha.
"Ke depan, kita fokus menggarap lini infrastruktur, baik fisik maupun digital. Sembari terus mengembangkan industri berkelanjutan di bidang kendaraan listrik dan energi hijau," kata Anindya.
Proyek Infrastruktur
Wakil Direktur Utama & Co-CEO , Ardiansyah Bakrie mengatakan, di lini infrastruktur, perseroan melalui PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) mengelola ruas Tol Cimanggis-Cibitung sepanjang 26,184 km dengan masa konsesi selama 45 tahun hingga 2061.
Volume lalu lintas ( traffic ) tol ini mencapai rata-rata 40.888 kendaraan per hari atau lebih tinggi hingga 3,38% dibandingkan target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan ( RKAP ).
"Pendapatan rata-rata CCT saat ini sebesar Rp 2,3 miliar per hari, lebih tinggi hingga 4,87% dibandingkan target RKAP dan diproyeksikan akan terus meningkat seiring meningkatnya proyeksi traffic dan rencana kenaikan tarif pada tahun 2026," ujar Ardi.
Lalu, di bidang infrastruktur komunikasi digital, perseroan melalui PT Multi Kontrol Nusantara (MKN) di sepanjang 2025 telah berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 358,9 miliar, atau naik 14,9% dibanding tahun sebelumnya.
Pendapatan tersebut berasal dari kontribusi MKN terhadap program pemerintah untuk pemerataan konektivitas internet di area pedesaan, pinggiran kota dan 3T (Terluar, Terdepan dan Tertinggal).
Selain itu, MKN juga membangun jaringan kabel Fiber Optik sepanjang lebih dari 8.000 km dan juga jaringan FTTH ( Fiber To The Home ) dengan total homepass lebih dari 320.000 di seluruh Indonesia.
"MKN juga turut berkontribusi dalam implementasi layanan Internet of Things (IoT) di Pulau Jawa dan Kalimantan, serta mengembangkan aplikasi berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning untuk mempercepat tersedianya ekonomi digital yang lebih efisien dan produktif," tutur Ardi.
Industri Berkelanjutan
Sepanjang 2025, PT Teknologi Mobilitas Tbk () berhasil menjual 69 unit kendaraan listrik yang terdiri dari 53 bus, 10 truk, dan 6 forklift ke berbagai perusahaan lintas industri. Sehingga total kumulatif penjualan kendaraan listrik yang telah dirampungkan sejak awal berdirinya hingga akhir tahun 2025 mencapai 135 unit bus listrik, 24 unit truk listrik, dan 13 unit forklift.
Adapun pada kuartal-I 2026, telah menyelesaikan pengiriman sejumlah 30 unit bus listrik 12 meter kepada operator TransJakarta. Dengan tambahan tersebut, secara kumulatif telah memasok sebanyak 152 unit bus listrik untuk armada TransJakarta, atau sekitar 30% dari total armada bus listrik TransJakarta yang saat ini mencapai 500 unit.
"Hingga kini, juga masih menjadi satu-satunya pemasok armada bus listrik TransJakarta yang dirakit di dalam negeri dan telah memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri ( TKDN ) di atas 40%," ucap Ardi.
Di industri energi baru terbarukan (EBT), melalui anak usaha PT Bakrie Power, yakni PT Helio Synar Energi (Helio) berhasil mengembangkan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya ( PLTS ) Atap, baik yang tersebar di sejumlah daerah di Indonesia maupun di fasilitas operasional pabrik di lingkungan Grup Bakrie.
"Helio juga berhasil mengembangkan bisnis EV charging yang tersebar di sejumlah daerah, mulai dari pool bus listrik, area parkir gedung bertingkat dan bandara di Jakarta, hingga lingkungan kampus di Yogyakarta serta area pabrik kertas di Sumatera," kata Ardi.
juga merintis usaha baru melalui PT Modula Tiga Dimensi (Modula) di bidang aplikasi teknologi konstruksi pencetakan 3-dimensi (3DCP) dengan berinvestasi bersama COBOD International dari Denmark.
Modula telah berhasil menyelesaikan konstruksi Gedung Auditorium milik PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk di komplek pabrik mereka di Citeureup, Bogor, dan saat ini sedang menyelesaikan sebuah komplek Mes Eco Village di sebuah pabrik pipa baja di Lampung.
"Ini menjadi solusi alternatif dalam teknologi konstruksi bangunan dan menjadi pembuka bisnis baru di bidang ini menggunakan teknologi 3DCP yang cepat, advanced dan ramah lingkungan," tambah Ardi.
Sumber : investor.id