Kinerja Meningkat Signifikan, Menteri Purbaya: Bea dan Cukai Tak Jadi Dibubarkan
Wednesday, July 22, 2026       08:35 WIB
  • Menkeu menegaskan Bea Cukai tetap dipertahankan karena menunjukkan progres pengawasan signifikan.
  • Truk dan kendaraan pengangkut barang ilegal kini langsung ditahan; pengawasan di bandara dan pelabuhan semakin ketat dengan dukungan AI.
  • Presiden Prabowo Subianto mengakui perbaikan besar di tubuh DJBC sebagai dasar keberlangsungan institusi.

Ipotnews -- Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ( DJBC ) tidak akan dibubarkan, seiring dengan progres signifikan dalam pengawasan dan penindakan terhadap peredaran barang ilegal. Berdasarkan catatan, pendapatan negara dari kepabeanan dan cukai hingga semester I 2026 mencapai Rp145 triliun atau tumbuh 3,4 persen yoy.
Menkeu menyampaikan bahwa perbaikan tata kelola dan integritas jajaran DJBC telah menghasilkan dampak nyata, mulai dari berkurangnya barang selundupan di pasar hingga pengetatan pengawasan di jalur darat, bandara, dan pelabuhan.
"Bea Cukai progresnya sudah sangat baik, kita sudah kocok ulang pegawai di sana dan pucuk pimpinannya relatif baik dan lebih baik, dan mereka tahu kalau nggak baik akan dibubarkan. Kalau sekarang lihat di pasar barang balpres, penyelundupan sudah berkurang banyak, terus Bea Cukai aktif melakukan penangkapan terhadap peredaran rokok ilegal," ujar Menkeu dalam keterangannya kemarin, Selasa (21/7).
Ia menambahkan bahwa setiap truk yang diduga membawa barang ilegal kini langsung ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini berbeda dengan sistem penindakan yang dilakukan sebelumnya dimana yang ditahan hanya barang selundupan atau ilegal saja, sementara untuk kendaraan dan pengemudi dibebaskan.
"Salah satu pendekatan yang kita lakukan adalah dengan mengubah aturan, dimana setiap penyelundupan barang ilegal semua barang termasuk kendaraan yang digunakan ditahan dulu sampai semuanya clear sehingga cost melakukan praktek ilegal itu mahal. Sekarang di seluruh kantor Bea Cukai penuh dengan truk atau mobil yang mengangkut barang ilegal itu," jelasnya.
Pengawasan juga diperketat di bandara dan pelabuhan, termasuk penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat sistem monitoring lintas wilayah. Presiden Prabowo Subianto disebut telah mengapresiasi perbaikan signifikan tersebut, yang menjadi sinyal positif bahwa DJBC akan tetap dipertahankan sebagai institusi strategis dalam menjaga penerimaan negara dan memberantas praktik penyelundupan.(Marjudin/AI)

Sumber : admin