Kinerja 2025 Lanjut Merugi, Defisit CMPP Membengkak Jadi Rp17,14 Triliun
Monday, March 16, 2026       07:47 WIB
  • rugi bersih Rp1,3 triliun pada 2025, akumulasi defisit jadi Rp17,14 triliun.
  • Pendapatan turun tipis ke Rp7,87 triliun, rugi usaha membaik menjadi Rp644,6 miliar.
  • Aset turun 11,6% ke Rp5,05 triliun, kas tersisa Rp36,75 miliar, defisiensi modal Rp10,73 triliun.

Ipotnews - PT AirAsia Indonesia Tbk () kembali mencatatkan rugi bersih sebesar Rp1,3 triliun sepanjang 2025, sehingga total defisit per 31 Desember 2025 menjadi Rp17,14 triliun atau membengkak 8,2 persen (year-on-year).
Berdasarkan laporan keuangan untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten di bawah kendali AirAsia Aviation Group Limited ini mencatatkan pendapatan usaha Rp7,87 triliun atau menurun 0,9 persen dibandingkan periode yang sama 2024 sebesar Rp7,94 triliun.
Pada sisi biaya, total beban usaha tercatat Rp8,52 triliun atau merosot 2,5 persen (y-o-y), sehingga pada 2025 perseroan mencatatkan rugi usaha Rp644,59 miliar atau membaik 18,4 persen dibandingkan rugi usaha tahun sebelumnya Rp790,39 miliar.
Pada periode Januari-Desember 2025, AirAsia menderita rugi sebelum beban pajak penghasilan Rp1,29 triliun atau mengalami penurunan 15,2 persen dibandingkan rugi sebelum beban pajak penghasilan periode Januari-Desember 2024 mencapai Rp1,52 triliun.
Dengan adanya beban pajak penghasilan 2025 sebesar Rp3,42 miliar, maka rugi tahun berjalan tercatat Rp1,29 triliun atau lebih rendah 15,2 persen (y-o-y). Adapun besaran rugi tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp1,3 triliun atau menurun 15 persen dibandingkan rugi bersih 2024 mencapai Rp1,53 triliun.
Akibat adanya rugi bersih Rp1,3 triliun, maka per 31 Desember 2025 jumlah akumulasi rugi (defisit) menjadi Rp17,14 triliun meningkat 8,2 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp15,84 triliun.
Pada akhir 2025, AirAsia masih mencatat defisiensi modal Rp10,73 triliun atau melonjak 13,8 persen dibandingkan nilai ekuitas negatif akhir 2024 sebesar Rp9,43 triliun. Per 31 Desember 2025, total liabilitas perseroan tercatat Rp15,79 triliun alias meningkat 4,2 persen (y-o-y), yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp11,01 triliun.
Sementara itu, total aset hingga akhir 2025 tercatat Rp5,05 triliun atau menurun 11,6 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan bank tersisa Rp36,75 miliar atau melorot 19 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 sebesar Rp45,37 miliar. (Budi/AI)

Sumber : Admin
An error occurred.