Kimia Farma (KAEF) Masih Menunggu
Thursday, June 04, 2026       09:56 WIB

JAKARTA, investor.id --PT Kimia Farma Tbk () masih menunggu arahan lebih lanjut dari PT Bio Farma (Persero) terkait rencana deholdingisasi yang tengah disiapkan dalam transformasi besar Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia.
Meski demikian, perseroan mulai melakukan kajian internal untuk merampingkan struktur usaha dan mengurangi jumlah entitas anak sebagai bagian dari program streamlining BUMN .?
?Direktur Utama Kimia Farma Djagad Prakasa Dwialam menegaskan bahwa inisiatif deholdingisasi bukan berasal dari Kimia Farma, melainkan merupakan kebijakan yang tengah dirumuskan oleh pemegang saham dan induk usaha.
"Memang benar inisiatifnya disebut deholdingisasi. Itu sudah menjadi konsumsi publik. Namun terkait pelaksanaannya, kami masih menunggu dari Bio Farma karena kami di sini sebagai objek. Bukan kami yang berinisiatif, tetapi Bio Farma yang akan menentukan apakah dilakukan tahun ini atau tahun depan," ujar Djagad dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (13/5/2026).?
?Menurut dia, saat ini Danantara telah meminta seluruh BUMN untuk meninjau kembali struktur organisasi dan portofolio usaha masing-masing guna meningkatkan efisiensi serta mempercepat transformasi korporasi.?
?Djagad menjelaskan, salah satu agenda utama yang sedang berjalan adalah penyederhanaan struktur perusahaan melalui pengurangan jumlah anak usaha. Langkah tersebut sejalan dengan program restrukturisasi BUMN yang ditargetkan memangkas jumlah perusahaan pelat merah dari sekitar 1.070 entitas menjadi hanya sekitar 240-250 entitas.
"Kalau streamlining atau pengurangan jumlah anak usaha, kami sedang berproses. Saat ini sedang dilakukan pengkajian terhadap struktur organisasi kami untuk menentukan entitas mana yang akan dilakukan streamlining," kata dia.
??Meski demikian, Djagad menegaskan bahwa implementasi deholdingisasi tetap menunggu keputusan resmi dari Bio Farma dan Danantara. Perseroan saat ini fokus mempersiapkan berbagai skenario transformasi yang mungkin dijalankan ke depan.
??Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengungkapkan bahwa struktur holding farmasi BUMN akan mengalami perubahan signifikan. Dalam skema baru yang sedang disusun, Kimia Farma tidak lagi berada di bawah kendali Bio Farma dan akan ditempatkan langsung di bawah Danantara.
?"Bio Farma tidak lagi menjadi holding bagi Kimia Farma dan Kimia Farma Apotek. Kimia Farma direct berada di bawah Danantara. Kimia Farma Apotek juga kami tinjau untuk independen," ujar Dony.?
?Menurut Dony, langkah tersebut dilakukan untuk memperjelas fokus bisnis masing-masing entitas. Bio Farma akan difokuskan sebagai pusat riset dan pengembangan vaksin, Kimia Farma tetap berperan sebagai produsen obat, sedangkan PT Kimia Farma Apotek diarahkan untuk memperkuat bisnis ritel farmasi.?
?Restrukturisasi tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri farmasi nasional, memperkuat efisiensi operasional, sekaligus mendukung upaya pemerintah menurunkan harga obat bagi masyarakat.?
?Danantara menilai spesialisasi bisnis menjadi kunci agar setiap BUMN farmasi dapat berkembang lebih optimal, termasuk dalam pengembangan teknologi kesehatan dan inovasi produk. Dengan model organisasi yang lebih ramping dan fokus, kinerja operasional serta profitabilitas perusahaan diharapkan meningkat dalam jangka panjang.
??Bagi Kimia Farma, proses transformasi tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat fundamental bisnis di tengah tantangan industri farmasi nasional yang semakin kompetitif. Perseroan kini menunggu keputusan final terkait deholdingisasi sembari melanjutkan evaluasi internal terhadap struktur grup usaha yang dimiliki.

Sumber : investor.id
An error occurred.