Ketegangan di Timur Tengah Dorong Permintaan Safe Haven, Emas Bersinar
Wednesday, June 18, 2025       03:38 WIB

Ipotnews - Harga emas menguat, Selasa, karena ketegangan Iran-Israel meningkatkan permintaan safe haven tetapi apresiasi dolar membatasi kenaikan, sementara perak melonjak ke level tertinggi dalam 13 tahun.
Emas spot naik 0,2% menjadi USD3.390,59 per ons pada pukul 24.51 WIB, sementara harga emas berjangka Amerika Serikat ditutup melemah 0,3% jadi USD3.406,9, demikian laporan  Reuters,  di Bengaluru, Selasa (17/6) atau Rabu (18/6) dini hari WIB.
Indeks Dolar AS (Indeks DXY) menguat 0,8%, membuat emas batangan yang dihargakan dalam greenback lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
"Ketidakpastian geopolitik, dengan perang Israel-Iran yang mungkin akan meningkat sebelum mereda, akan akan mempertahankan dasar bagi penawaran aset safe haven di pasar," kata Jim Wycoff, analis Kitco Metals.
Presiden AS Donald Trump menginginkan "akhir yang nyata" dari pertikaian nuklir dengan Iran, dan mengindikasikan bahwa dia mungkin akan mengirim pejabat senior Amerika untuk bertemu dengan Republik Islam tersebut saat perang udara Israel-Iran berkecamuk untuk hari kelima.
Di tempat lain, Federal Reserve akan mengumumkan keputusan kebijakannya, Rabu, diikuti konferensi pers Chairman Jerome Powell.
The Fed secara luas diantisipasi akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam kisaran 4,25-4,50%, yang berlaku sejak Desember.
Lingkungan suku bunga rendah dan ketidakpastian geopolitik cenderung meningkatkan daya tarik emas.
Bank sentral di seluruh dunia memperkirakan kepemilikan emasnya sebagai proporsi cadangan akan meningkat selama lima tahun ke depan, menurut survei World Gold Council.
Data menunjukkan penjualan ritel AS turun lebih dari ekspektasi sepanjang Mei, tetapi belanja konsumen tetap didukung oleh pertumbuhan upah yang solid.
Harga perak spot melambung hampir 2% menjadi USD37,05 per ons, mencapai level tertinggi sejak Februari 2012.
Citi dalam sebuah catatan mengatakan harga perak bisa melesat menjadi USD40 selama enam hingga 12 bulan ke depan.
"Kami memperkirakan ketersediaan perak akan semakin ketat karena defisit selama beberapa tahun berturut-turut, pemegang stok yang sulit menuntut harga yang lebih tinggi untuk menjual, dan permintaan investasi yang kuat," paparnya.
Platinum melonjak 1,5% menjadi USD1.264,61 dan paladium menguat 1,7% menjadi USD1.047,54. (ef)

Sumber : Admin