Ketakutan Pasokan Ketat Mereda, Minyak Melayang di Level Terendah 2 Bulan
Thursday, November 24, 2022       15:12 WIB

Ipotnews - Minyak melemah, Kamis, melayang di sekitar posisi terendah dua bulan, karena kisaran yang diusulkan negara-negara Group of Seven (G7) untuk batas harga minyak Rusia lebih tinggi dari level perdagangan saat ini, meredakan kekhawatiran atas pasokan yang ketat.
Lonjakan persediaan bensin Amerika Serikat yang lebih besar dari perkiraan dan perluasan kontrol Covid-19 di China menambah tekanan bagi harga minyak dunia.
Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, turun 39 sen, atau 0,46%, menjadi USD85,02 per barel pada pukul 14.50 WIB, sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) Amerika berkurang 28 sen, atau 0,38%, menjadi USD77,66 per barel, demikian laporan  Reuters,  di Tokyo, Kamis (24/11).
Kedua tolok ukur itu anjlok lebih dari 3% pada penutupan Rabu di tengah berita rencana pembatasan harga minyak Rusia bisa di atas level pasar saat ini.
G7 melihat batas atas minyak Rusia di kisaran USD65-70 per barel, menurut seorang pejabat Eropa, meski pemerintah Uni Eropa belum menyepakati soal harga.
Pembatasan harga yang lebih tinggi dapat membuatnya menarik bagi Rusia untuk terus menjual minyaknya, mengurangi risiko kekurangan pasokan di pasar minyak global.
Kisaran itu juga akan lebih tinggi dari perkiraan pasar, mengurangi risiko gangguan pasokan global, kata Vivek Dhar, analis Commonwealth Bank dalam sebuah laporan.
"Jika UE menyetujui batas harga minyak USD65-70 minggu ini, kami melihat risiko penurunan perkiraan harga minyak kami sebesar USD95 kuartal ini," kata Dhar.
Menurut Dhar, perkiraan Commonwealth Bank USD95 per barel didasarkan pada asumsi bahwa sanksi Uni Eropa dan batasan harga minyak Rusia akan mengganggu pasokan yang cukup untuk mengimbangi kekhawatiran pertumbuhan global.
Beberapa penyuling India dan China membayar harga di bawah level batas harga yang diusulkan bagi minyak mentah Ural, kata sejumlah trader, meruju pada minyak mentah ekspor utama Rusia.
Pemerintah UE akan melanjutkan pembicaraan tentang batasan harga pada Kamis atau Jumat, menurut diplomat UE.
Harga minyak juga berada di bawah tekanan setelah Badan Informasi Energi (EIA), Rabu, mengatakan persediaan bensin dan sulingan Amerika meningkat secara substansial, minggu lalu. Peningkatan tersebut meredakan kekhawatiran tentang pengetatan pasar.
Tetapi persediaan minyak mentah merosot 3,7 juta barel dalam sepekan hingga 18 November menjadi 431,7 juta barel, dibandingkan ekspektasi analis dalam jajak pendapat  Reuters  untuk penurunan 1,1 juta barel.
"Selain sanksi minyak UE, selama penguncian terus terjadi, aspirasi sisi atas pasar minyak akan terbatas," kata Stephen Innes, Managing Partner SPI Asset Management.
Rabu, China melaporkan jumlah kasus Covid-19 harian tertinggi sejak dimulainya pandemi hampir tiga tahun lalu. Otoritas lokal memperketat kontrol untuk membasmi wabah tersebut, menambah kekhawatiran investor tentang ekonomi dan permintaan bahan bakar.
Sementara itu, Chevron Corp dapat segera mendapatkan persetujuan Amerika untuk memperluas operasi di Venezuela dan melanjutkan perdagangan minyaknya setelah pemerintah setempat dan pihak oposisi melanjutkan pembicaraan politik, kata narasumber, Rabu.
Venezuela dan pejabat Amerika mendorong untuk mengadakan pembicaraan di Mexico City akhir pekan ini, kata narasumber itu. Ini akan menjadi pembicaraan pertama sejak Oktober 2021 dan dapat membuka jalan untuk meringankan sanksi minyak Amerika terhadap negara anggota Organisasi Negara Eksportir Minyak ( OPEC ) itu. (ef)

Sumber : Admin

berita terbaru
Tuesday, Nov 29, 2022 - 11:38 WIB
Financial Statements 3Q 2022 of RONY
Tuesday, Nov 29, 2022 - 11:34 WIB
Financial Statements 3Q 2022 of POOL
Tuesday, Nov 29, 2022 - 11:30 WIB
Financial Statements 3Q 2022 of PKPK
Tuesday, Nov 29, 2022 - 11:26 WIB
Financial Statements 3Q 2022 of MPRO
Tuesday, Nov 29, 2022 - 11:23 WIB
Financial Statements 3Q 2022 of KAYU
Tuesday, Nov 29, 2022 - 11:20 WIB
Financial Statements 3Q 2022 of BTEK
Tuesday, Nov 29, 2022 - 11:17 WIB
Financial Statements 2Q 2022 of BULL