- Gaji pertama bukan hanya simbol kebebasan finansial, tetapi titik awal membangun kebiasaan mengelola uang.
- Tantangan finansial bagi fresh graduate meliputi pengeluaran rutin, dorongan self-reward, dan peran sebagai sandwich generation.
- Strategi pengelolaan sederhana seperti memisahkan uang ke dalam pos sesuai tujuan membantu menciptakan rasa aman dan kontrol finansial.
Ipotnews - Momen menerima gaji pertama menjadi pengalaman berkesan bagi para fresh graduate. Rasa bangga dan lega karena akhirnya memperoleh penghasilan dari kerja keras sendiri sering kali bercampur dengan tantangan baru dalam mengelola keuangan.
Di balik euforia tersebut, terdapat realita yang jarang dibicarakan dimana gaji awal karier kerap terasa pas-pasan setelah digunakan untuk biaya kos, transportasi, makan, dan kebutuhan harian.
Selain itu, muncul dorongan untuk melakukan self-reward seperti membeli barang incaran atau mengikuti gaya hidup lingkungan kerja. Hal ini sering membuat pengeluaran tidak terkontrol.
Lebih jauh, banyak anak muda juga langsung menghadapi peran sebagai sandwich generation, di mana sebagian gaji digunakan untuk membantu keluarga. Di satu sisi, ada rasa bahagia karena bisa berbagi. Namun di sisi lain, muncul juga tantangan untuk memikirkan kebutuhan pribadi sekaligus kebutuhan keluarga di usia yang masih sangat muda.
Menurut Michael Hartawan, Head of Retail Banking Brand and Marketing PT Bank Jago Tbk () menjelaskan bahwa gaji pertama bukan hanya soal jumlah uang yang diterima.
Gaji pertama sering dianggap sebagai simbol kebebasan finansial. Padahal yang lebih penting adalah bagaimana seseorang mulai membangun kebiasaan mengelola uang sejak awal karier.
"Kemampuan menempatkan uang sesuai tujuan akan membantu menciptakan rasa aman dan membantu seseorang lebih siap menghadapi berbagai kebutuhan di masa depan," ujar Michael dalam keterangannya, Rabu (24/6).
Ia menyarankan bagi para fresh graduated yang baru saja menerima gaji pertamanya dengan memisahkan uang berdasarkan tujuan penggunaannya. Dengan begitu, mereka akan lebih mudah melihat berapa uang yang memang tersedia untuk kebutuhan sehari-hari, berapa yang perlu disimpan, dan berapa yang bisa digunakan untuk menikmati hasil kerja keras.
"Banyak orang justru fokus mencari cara menambah penghasilan, tetapi lupa mempelajari cara mengelola penghasilan yang sudah dimiliki," katanya.
(Marjudin/ AI)
Sumber : admin