AI News - Kementerian Keuangan menyatakan kepemilikan asing atas Surat Berharga Negara turun menjadi sekitar 13-14% dan menyiapkan langkah strategis, seperti memperkuat daya tarik SBN serta cadangan devisa, untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan pasar global.
Poin Penting
- Kepemilikan asing SBN tercatat 13,09% atau setara Rp904,39 triliun (per 15 September 2026).
- Pemerintah menargetkan nilai tukar proyeksi Rp17.500 per dolar AS dalam APBN 2027.
- Pelemahan rupiah sebesar Rp100 per dolar AS dapat menambah beban negatif sekitar Rp3 triliun pada saldo APBN .
- Defisit anggaran APBN diproyeksikan Rp671,16 triliun atau 2,4% PDB.
Mengapa Kepemilikan Asing SBN Menurun Drastis?
Penurunan kepemilikan asing SBN menjadi sekitar 13-14% disebabkan oleh kebijakan fiskal yang secara aktif mengalihkan fokus pembiayaan ke pasar domestik. Pemerintah memperkenalkan instrumen SBN yang lebih menarik bagi investor dalam negeri serta memperketat persyaratan bagi investor luar, sehingga alokasi dana asing berkurang. Bloomberg Technoz melaporkan bahwa pada 2026 porsi kepemilikan asing tercatat 13,09% setara Rp904,39 triliun, berbanding hampir 40% sepuluh tahun lalu. Penurunan ini menurunkan eksposur pasar obligasi Indonesia terhadap gejolak pasar uang global, meningkatkan ketahanan finansial domestik. Dengan dominasi pembiayaan domestik yang lebih kuat, risiko likuiditas eksternal menjadi lebih terkendali.
Bagaimana Penurunan Kepemilikan Asing SBN Memengaruhi Stabilitas Nilai Tukar Rupiah?
Penurunan kepemilikan asing SBN membantu menstabilkan nilai tukar rupiah karena beban eksternal pada pasar obligasi berkurang. Lebih sedikit permintaan spekulatif dari luar mengurangi tekanan jual saat dolar menguat, sehingga fluktuasi nilai tukar dapat lebih mudah dikelola. Bisnis Indonesia mencatat bahwa pemerintah menargetkan nilai tukar proyeksi Rp17.500 per dolar AS dalam APBN 2027, dan setiap pelemahan Rp100 per dolar AS dapat menambah beban negatif sekitar Rp3 triliun pada saldo APBN . Dengan beban fiskal yang lebih terkendali, ruang fiskal untuk menahan volatilitas nilai tukar menjadi lebih luas, memperkuat kepercayaan investor. Oleh karena itu, pengurangan kepemilikan asing menjadi elemen kunci dalam strategi stabilitas makroekonomi.
Apa Langkah Kemenkeu Selanjutnya untuk Memperkuat Daya Tarik SBN dan Cadangan Devisa?
Kemenkeu berencana memperkuat daya tarik SBN dan cadangan devisa melalui koordinasi intensif dengan Bank Indonesia serta penerbitan obligasi dalam mata uang asing (global bond). Dana hasil global bond akan ditempatkan di BI, menambah cadangan devisa yang dapat digunakan untuk intervensi pasar valuta asing saat diperlukan. Juda Agung menyampaikan dalam laporan Bisnis Indonesia bahwa strategi ini mencakup menjaga yield SBN tetap menarik dan meminimalkan biaya pembiayaan, sementara Bloomberg Technoz menambahkan bahwa optimalisasi SAL (Saldo Anggaran Lebih) juga menjadi bagian penting sebagai bantalan likuiditas perbankan. Pemerintah juga memperluas peran lembaga pembiayaan pemerintah untuk mengoptimalkan berbagai instrumen pembiayaan investasi. Langkah-langkah tersebut bertujuan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kestabilan fiskal, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset domestik.
Sumber : AI News