- Wall Street melemah, S&P 500 turun 0,51% dan Nasdaq anjlok 1,51%, tertekan aksi jual saham teknologi dan AI.
- Saham AI rontok, AMD jatuh 17%, Palantir hampir 12%, Nvidia turun 3,4% akibat kekhawatiran valuasi dan prospek persaingan.
- Rotasi sektor terjadi, investor beralih ke saham value; sektor energi dan material menguat, sementara Eli Lilly dan Super Micro Computer menahan pelemahan indeks.
Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street berakhir di zona merah, Rabu, dipimpin kejatuhan saham teknologi seperti Advanced Micro Devices dan Palantir, di tengah kekhawatiran investor terhadap valuasi yang dinilai mahal serta tanda-tanda bahwa reli saham berbasis kecerdasan buatan (AI) mungkin telah mendekati puncaknya.
Indeks berbasis luas S&P 500 turun 0,51% atau 35,09 poin menjadi 6.882,72 dan Nasdaq Composite Index merosot 1,51% atau 350,60 poin ke posisi 22.904,58, sementara Dow Jones Industrial Average justru naik 0,53% atau 260,31 poin jadi 49.501,30, demikian laporan Reuters dan Investing, di New York, Rabu (4/2) atau Kamis (5/2) pagi WIB.
Saham Alphabet melorot hampir 2% menjelang rilis laporan keuangan kuartalan setelah penutupan pasar. Namun, pasca perdagangan reguler berakhir, saham Alphabet berbalik melesat sekitar 2% setelah perusahaan menyatakan akan secara agresif meningkatkan belanja guna memperdalam investasinya dalam persaingan AI.
Tekanan terbesar datang dari saham Advanced Micro Devices yang anjlok 17% setelah produsen chip tersebut memproyeksikan pendapatan kuartalan di bawah ekspektasi pasar dan mengindikasikan kesulitan bersaing dengan raksasa AI Nvidia. Saham Nvidia sendiri merosot 3,4%, sementara indeks semikonduktor PHLX kehilangan 4,4%.
Saham Palantir terperosok hampir 12%, membalikkan lonjakan tajam sehari sebelumnya yang didorong kinerja penjualan kuartalan yang kuat dari perusahaan analitik data berbasis AI tersebut.
"Skala pembangunan infrastruktur ini belum pernah terjadi sebelumnya, dan kecepatan adopsi AI oleh konsumen maupun pelaku bisnis juga luar biasa. Pasar saham kesulitan menentukan valuasi yang tepat dan seperti apa prospeknya ke depan. Pasar tiba-tiba menjadi skeptis dan khawatir," ujar Jed Ellerbroek, Manajer Portofolio Argent Capital, St. Louis.
Sejumlah saham perangkat lunak turut memperpanjang kejatuhan seiring kekhawatiran bahwa perkembangan AI yang sangat cepat dapat mendisrupsi pemain lama di industri. Saham Snowflake menyusut 4,6%, sementara Datadog melemah 3,3%.
"Perangkat lunak lama yang kaku dan usang menjadi target empuk bagi AI. Kami cenderung bearish terhadap sektor perangkat lunak secara umum, dengan AI sebagai pemicunya," kata Josh Chastant, Manajer Portofolio GuideStone Funds.
Aksi jual saham terkait AI mendorong investor beralih ke saham bernilai (value stocks) yang relatif lebih murah dan sebelumnya tertinggal dalam reli teknologi beberapa tahun terakhir. Value index S&P 500 mencatat kenaikan untuk hari kelima berturut-turut, sementara indeks saham pertumbuhan S&P 500 melemah.
Meski S&P 500 ditutup turun, tujuh dari 11 indeks sektoral mencatat penguatan. Sektor energi memimpin kenaikan dengan lompatan 2,25%, disusul sektor material yang melesat 1,8%.
Aktivitas perdagangan tergolong sangat ramai, dengan volume transaksi mencapai 24,6 miliar saham, jauh di atas rata-rata 19,9 miliar saham dalam 20 sesi terakhir.
Saham Super Micro Computer melambung 13,8% setelah perusahaan menaikkan proyeksi pendapatan tahunan, didukung permintaan berkelanjutan atas server yang dioptimalkan untuk AI seiring peningkatan kapasitas pusat data global.
Menahan penurunan S&P 500 lebih dalam, saham produsen obat Eli Lilly melejit sekitar 10% setelah perusahaan memproyeksikan laba 2026 melampaui ekspektasi Wall Street.
Di sisi data ekonomi, laporan ketenagakerjaan Amerika untuk Januari yang sangat dinantikan ditunda dari jadwal semula pada Jumat akibat penutupan sebagian pemerintahan AS selama empat hari yang berakhir pada Selasa.
Sebagai gantinya, laporan ketenagakerjaan nasional ADP yang dirilis Rabu menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta AS pada Januari lebih lemah dari perkiraan, di tengah berkurangnya tenaga kerja di sektor jasa profesional, bisnis, dan manufaktur.
Jumlah saham yang naik di indeks S&P 500 melampaui saham yang turun dengan rasio sekitar 2,6 banding 1. S&P 500 mencatat 93 saham mencetak level tertinggi baru dan 23 saham menyentuh level terendah baru, sementara Nasdaq membukukan 218 saham di level tertinggi baru dan 318 saham di level terendah baru. (Reuters/CNBC/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Amgen Inc (8,15%)
-Nike Inc (5,40%)
-3M Company (5,21%)
Saham berkinerja terburuk
-Nvidia Corporation (-3,41%)
-Unitedhealth Group (-2,91%)
-Goldman Sachs Group Inc (-2,74%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Enphase Energy Inc (38,60%)
-Super Micro Computer Inc (13,73%)
-Fortive Corp (10,63%)
Saham berkinerja terburuk
-Boston Scientific Corp (-17,59%)
-Advanced Micro Devices Inc (-17,31%)
-Palantir Technologies Inc (-11,62%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-eLong Power Holding Ltd (61,09%)
-Boxlight Corp Class A (56,59%)
-Silicon Laboratories Inc (48,89%)
Saham berkinerja terburuk
-Ambitions Enterprise Management Co LLC (-76,45%)
-Twin Hospitality Group Inc (-57,95%)
-BGM Group Ltd (-38,08%)
Sumber : Admin