KING Tunggu Persetujuan RUPS 23 Juni Buat Penambahan Kegiatan Usaha Baru
Friday, May 15, 2026       14:13 WIB
  • PT Hoffmen Cleanindo Tbk () akan meminta persetujuan RUPS pada 23 Juni 2026 untuk menambah sejumlah baru, termasuk bisnis penempatan tenaga kerja luar negeri, jasa penunjang fasilitas, jasa lanskap, perdagangan tekstil, aktivitas kurir hingga perusahaan induk.
  • Perseroan menilai ekspansi lini usaha tersebut akan memperluas peluang bisnis dan memperkuat integrasi layanan jasa penunjang operasional yang selama ini dijalankan .
  • Studi kelayakan independen dari KJPP Guntur, Eki, Andri dan Rekan menyatakan rencana ekspansi layak secara manajemen dan keuangan, dengan proyeksi NPV positif sebesar Rp283,1 miliar.

Ipotnews - PT Hoffmen Cleanindo Tbk () berencana memperluas lini bisnis melalui penambahan sejumlah kegiatan usaha baru sebagaimana tertuang dalam keterbukaan informasi kepada pemegang saham yang diterbitkan di laman IDX pekan ini.
Langkah ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham ( RUPS ) yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Juni 2026.
Manajemen menyampaikan, penambahan klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia () tersebut dilakukan dalam rangka pengembangan usaha dan pemenuhan ketentuan POJK Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Dalam dokumen keterbukaan informasi, Perseroan mengungkapkan penambahan bidang usaha mencakup aktivitas penempatan tenaga kerja di luar negeri, aktivitas penyedia gabungan jasa penunjang fasilitas, aktivitas administrasi kantor dan penunjang kantor, aktivitas jasa lanskap, perdagangan besar tekstil, perdagangan barang jadi tekstil, aktivitas kurir hingga aktivitas perusahaan induk.
Saat ini bergerak di bidang penyedia jasa tenaga kerja waktu tertentu, sanitasi dan higienitas. Perseroan sebelumnya juga telah memiliki kegiatan usaha penunjang seperti industri sabun dan bahan pembersih rumah tangga, perdagangan besar perlengkapan rumah tangga, konsultasi manajemen, penyedia tenaga kerja waktu tertentu serta aktivitas keamanan swasta.
Manajemen menilai ekspansi tersebut akan memperluas peluang usaha sekaligus memperkuat integrasi layanan yang selama ini dijalankan Perseroan. Dengan tambahan bidang usaha baru, diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas dalam menangkap peluang proyek dan kebutuhan pasar di sektor jasa penunjang operasional perusahaan.
Untuk mendukung rencana tersebut, Perseroan menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik ( KJPP ) Guntur, Eki, Andri dan Rekan sebagai penilai independen guna menyusun studi kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha. Berdasarkan hasil kajian, penilai menyimpulkan rencana ekspansi usaha layak untuk dijalankan baik dari aspek manajemen maupun aspek keuangan.
Dalam kajian aspek manajemen, penilai menyebut Perseroan memiliki dukungan sumber daya manusia, struktur organisasi, sistem pengendalian manajemen serta kapasitas operasional yang memadai untuk mendukung pengembangan usaha baru. Komposisi tenaga kerja dinilai relevan dengan karakter bisnis yang akan dijalankan, termasuk dukungan fungsi administrasi, pemasaran, keuangan hingga sumber daya manusia.
Selain itu, juga dinilai memiliki kesiapan organisasi dan tata kelola perusahaan yang mampu menunjang efektivitas operasional dan ekspansi bisnis secara berkelanjutan. Penilai menambahkan, Perseroan telah memahami potensi risiko yang dapat muncul dari penambahan kegiatan usaha dan menyiapkan langkah mitigasi yang diperlukan.
Dari sisi finansial, studi kelayakan menunjukkan nilai Net Present Value (NPV) positif sebesar Rp283,1 miliar. Penilai menyebut hasil tersebut mengindikasikan bahwa penambahan kegiatan usaha berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi bagi Perseroan.
Analisis sensitivitas juga menunjukkan proyek tetap berada dalam kategori layak meskipun terjadi perubahan asumsi sebesar -20% hingga +20%. Pada skenario penurunan 20%, NPV tercatat sebesar Rp226,4 miliar, sedangkan pada skenario kenaikan 20%, NPV meningkat menjadi Rp339,7 miliar.
"Berdasarkan kesimpulan aspek-aspek di atas, maka rencana penambahan kegiatan usaha layak," tulis penilai independen dalam laporan studi kelayakan tersebut.
Perseroan berharap penambahan baru dapat memperkuat daya saing dan mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang di tengah meningkatnya kebutuhan layanan penunjang operasional dan tenaga kerja di berbagai sektor industri.
(Adhitya/AI)

Sumber : admin
An error occurred.