- Harga emas stabil karena investor berhati-hati terhadap gencatan senjata AS-Iran dan fokus pada data inflasi AS.
- Ketegangan Timur Tengah dan kenaikan harga minyak tetap menjadi faktor risiko bagi pasar emas.
- Emas diperkirakan berkonsolidasi di kisaran USD4.607-4.860, sementara logam lain bergerak bervariasi.
Ipotnews - Harga emas relatif stabil, Kamis, seiring investor bersikap berhati-hati terhadap gencatan senjata rapuh antara Amerika dan Iran.
Fokus pasar juga tertuju pada laporan inflasi utama AS yang dijadwalkan rilis hari ini, yang berpotensi memberikan petunjuk arah suku bunga.
Emas spot naik tipis 0,06% menjadi USD4.722,06 per ons pada pukul 13.06 WIB, sementara harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Juni turun 0,89% jadi USD4.734,70 per ons, demikian laporan Reuters dan Bloomberg, di Bengaluru, Kamis (9/4).
Brian Lan, Managing Director GoldSilver Central, mengatakan, "Saat ini, emas tampaknya tidak bergerak banyak. Masih banyak spekulasi mengenai apa yang akan terjadi setelah gencatan senjata."
Dia menambahkan, harga emas kemungkinan akan berkonsolidasi di kisaran USD4.607 hingga USD4.860 dalam waktu dekat.
Ketegangan di Timur Tengah masih menjadi faktor utama. Rabu, Israel melancarkan serangan terbesar ke Lebanon hingga saat ini, menewaskan ratusan orang dan memicu ancaman balasan dari Iran.
Kenaikan harga minyak pada Kamis juga menimbulkan kekhawatiran bahwa pasokan dari wilayah penghasil utama di Timur Tengah mungkin belum sepenuhnya pulih, terutama karena keraguan terhadap kelangsungan gencatan senjata dua minggu.
Sejak awal perang pada 28 Februari, harga emas spot anjlok lebih dari 10%, akibat kenaikan harga energi yang memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong pasar menyesuaikan ekspektasi suku bunga, sehingga menurunkan daya tarik logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.
Notulen rapat Federal Reserve pada 17-18 Maret menunjukkan sebagian pembuat kebijakan AS menilai kenaikan suku bunga mungkin diperlukan untuk menghadapi inflasi yang tetap di atas target 2% bank sentral.
Data Pengeluaran Konsumsi Pribadi AS untuk Februari akan dirilis pukul 12.30 GMT, sementara data harga konsumen Maret pada Jumat, dapat memberikan petunjuk tambahan terkait kebijakan the Fed.
Standard Chartered menilai, "Selain kebutuhan likuiditas jangka pendek, kami memperkirakan emas akan kembali membangun kenaikannya dalam beberapa bulan ke depan di tengah risiko geopolitik yang meningkat."
Logam lain, perak spot turun 0,1% menjadi USD74,07 per ons, platinum melemah 0,4% ke USD2.020,60, dan paladium naik 0,3% jadi USD1.559 per ons. (Reuters/Bloomberg/AI)
Sumber : Admin