- Investor mengurangi posisi jual pada mayoritas mata uang emerging Asia seiring turunnya harga minyak, dengan won Korea Selatan berbalik bullish untuk pertama kalinya dalam lebih dari 10 bulan.
- Pandangan terhadap rupiah, rupee India, baht Thailand, peso Filipina, dan dolar Singapura membaik, didukung meredanya tekanan inflasi dan optimisme gencatan senjata AS-Iran.
- Survei Reuters juga menunjukkan posisi bearish terhadap rupiah terus menyusut dari puncaknya pada pertengahan Juni, sementara sentimen terhadap yuan China mencapai level terbaik dalam enam pekan.
Ipotnews - Investor mengurangi posisi jual (short) terhadap sebagian besar mata uang Asia lainnya seiring turunnya harga minyak yang meredakan kekhawatiran terhadap inflasi akibat impor. Investor berbalik optimistis terhadap won Korea Selatan untuk pertama kalinya dalam lebih dari 10 bulan
Jajak pendapat Reuters, Kamis (6/8), menunjukkan investor mengurangi pandangan negatif terhadap rupee India, peso Filipina, dan baht Thailand. Investor juga berbalik sedikit optimistis terhadap dolar Singapura, berdasarkan survei dua mingguan terhadap 10 responden.
Won Korea Selatan telah menguat sekitar 3% dalam beberapa pekan terakhir, mencapai level tertinggi dalam lebih dari 10 bulan di 1.414,5 per dolar AS pada Kamis ini. Penguatan tersebut didukung oleh intervensi otoritas serta repatriasi dana hasil pencatatan American Depositary Receipt (ADR) SK Hynix di Amerika Serikat.
"Perubahan menuju pandangan bullish terhadap won Korea mencerminkan kombinasi kuatnya pasokan dolar dari korporasi, termasuk konversi devisa eksportir dan arus repatriasi dana, serta kesediaan otoritas untuk menahan pelemahan mata uang yang berlebihan," kata Christopher Wong, ahli strategi mata uang di OCBC , seperti dikutip Reuters.
Wong menambahkan bahwa won juga mendapat dukungan dari penguatan yen Jepang belakangan ini, sehingga pemulihannya saat ini lebih banyak didorong oleh arus dana dan posisi investor.
Sementara itu, pandangan positif terhadap yuan China menjadi yang terkuat dalam enam pekan terakhir. Posisi terhadap dolar Singapura juga berubah menjadi bullish untuk pertama kalinya dalam dua bulan.
Reuters melaporkan, harga minyak mentah turun ke level terendah dalam satu bulan pada awal pekan ini. Penurunan ini mengurangi tekanan terhadap negara-negara pengimpor energi beserta mata uangnya.
Investor juga terus mengurangi posisi jual terhadap rupiah Indonesia dari level tertinggi sepanjang sejarah yang tercatat pada pertengahan Juni. Sementara itu, posisi bearish terhadap rupee India menjadi yang terendah dalam setahun.
Sebagian besar jawaban survei dikumpulkan sebelum Reserve Bank of India mempertahankan suku bunga acuan repo di level 5,25% pada Rabu, guna mengevaluasi dampak harga minyak terhadap inflasi domestik.
Menurut Poon Panichpibool, ahli strategi pasar di Krung Thai Bank, optimisme atas gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dapat menopang mata uang negara-negara emerging market. Ini karena negara pengimpor energi diuntungkan oleh penurunan harga energi dan melemahnya dolar AS.
Investor juga mengurangi posisi bearish terhadap ringgit Malaysia dan dolar Taiwan. Posisi jual terhadap baht Thailand berada pada level terendah sejak akhir Mei, sementara posisi jual terhadap peso Filipina merupakan yang terendah sejak awal Maret.
Data inflasi dari Thailand dan Filipina pekan ini menunjukkan tekanan kenaikan harga mereda pada Juli. Tren tersebut, menurut para analis diperkirakan akan berlanjut jika ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terus mereda.
Survei posisi mata uang Asia ini berfokus pada pandangan analis dan manajer investasi mengenai posisi pasar saat ini terhadap sembilan mata uang emerging market Asia, yaitu yuan China, won Korea Selatan, dolar Singapura, rupiah Indonesia, dolar Taiwan, rupee India, peso Filipina, ringgit Malaysia, dan baht Thailand.
Survei menggunakan estimasi posisi bersih long atau short dalam skala minus 3 hingga plus 3. Skor plus 3 menunjukkan bahwa pasar memiliki posisi beli (long) yang sangat besar terhadap dolar AS.
Angka-angka tersebut juga mencakup posisi yang diambil melalui kontrak non-deliverable forwards (NDF). (Reuters/AI)
Hasil survei disajikan di bawah ini (posisi terhadap dolar AS untuk masing-masing mata uang):
DATE | USD/CNY | USD/KRW | USD/SGD | USD/IDR | USD/TWD | USD/INR | USD/MYR | USD/PHP | USD/THB |
6-Aug-26 | -0.81 | -1.00 | -0.25 | 1.05 | 0.79 | 0.46 | 0.23 | 0.63 | 0.81 |
23-Jul-26 | -0.63 | 0.19 | 0.20 | 1.18 | 1.19 | 0.82 | 0.38 | 1.14 | 1.30 |
9-Jul-26 | -0.65 | 1.42 | 0.25 | 1.53 | 1.00 | 0.74 | 0.39 | 1.16 | 1.01 |
25-Jun-26 | -0.96 | 1.63 | 0.17 | 1.56 | 0.61 | 0.54 | 0.59 | 1.05 | 1.08 |
11-Jun-26 | -1.25 | 1.69 | -0.19 | 2.11 | 0.58 | 1.23 | 0.13 | 1.24 | 0.98 |
28-May-26 | -1.40 | 0.95 | -0.63 | 1.84 | 0.15 | 1.43 | -0.73 | 1.35 | 0.75 |
14-May-26 | -1.35 | 0.33 | -0.83 | 1.73 | 0.15 | 1.63 | -0.80 | 1.30 | 0.65 |
30-Apr-26 | -1.08 | 0.49 | -0.69 | 1.60 | 0.38 | 1.43 | -0.77 | 1.53 | 1.00 |
16-Apr-26 | -1.05 | 1.19 | -0.57 | 1.49 | 0.77 | 1.53 | -0.67 | 1.45 | 1.02 |
2-Apr-26 | -0.56 | 1.83 | -0.17 | 1.51 | 1.30 | 1.93 | -0.53 | 1.68 | 1.59 |
Sumber : admin