Investor Asing Beli Bersih BBCA Rp 201,8 Miliar di Sesi I 8 Juli 2026
Thursday, July 09, 2026       15:16 WIB

AI News - Pada sesi I perdagangan tanggal 8 Juli 2026, investor asing mencatatkan pembelian bersih saham PT Bank Central Asia Tbk sebesar Rp 201,8 miliar, meski indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) turun 1,89% ke level 5.873,3.

Poin Penting

  • Net buy pada sesi I 8 Juli 2026: Rp 201,8 miliar (Investor.id, 12:54).
  • Net buy sepanjang hari 8 Juli 2026: Rp 251,9 miliar / Rp 251,89 miliar (Investor.id, 19:54).
  • Net sell total pasar pada 8 Juli 2026: Rp 456,6 miliar (Investor.id, 12:54) dan Rp 689,3 miliar.
  • IHSG melemah 1,89% ke 5.873,3 pada penutupan perdagangan.
  • Harga pada penutupan sesi I: Rp 6.275, turun 0,4% (Investor.id, 12:54).

Mengapa Investor Asing Tetap Membeli Meskipun Pasar Turun?


Investor asing mempertahankan aksi beli pada karena menilai saham tersebut sebagai instrumen defensif dengan valuasi yang relatif murah. Menurut Investor.id, diperdagangkan dengan price-to-book (P/B) sebesar 2,5 kali, jauh di bawah rata-rata historis, sementara target harga yang diberikan oleh KB Valbury Sekuritas mencapai Rp 9.480, mengindikasikan potensi upside yang substansial. Selain itu, MNC Sekuritas menekankan profil laba yang defensif dan kualitas aset terdepan di sektor perbankan, mendukung keyakinan bahwa akan tetap kuat di tengah volatilitas pasar. Net buy sebesar Rp 201,8 miliar pada sesi I menegaskan kepercayaan tersebut, meskipun IHSG secara keseluruhan jatuh 1,89%. Bagi investor, aksi ini mengisyaratkan ekspektasi stabilitas pendapatan dan peluang pertumbuhan jangka menengah.

Apa Dampak Net Buy Terhadap Harga Saham dan Valuasi?


Net buy sebesar Rp 201,8 miliar membantu menahan penurunan harga yang sempat turun 0,4% menjadi Rp 6.275 pada sesi I. CGS International Sekuritas mencatat bahwa tekanan beli menciptakan zona support teknikal di antara Rp 6.100-Rp 6.200, yang dapat berfungsi sebagai dasar bagi pergerakan harga selanjutnya. Volume transaksi sebesar 32,1 juta lembar mengindikasikan likuiditas yang cukup untuk menyeimbangkan tekanan jual, terutama mengingat total net sell pasar mencapai Rp 456,6 miliar. Meskipun masih berada dalam penurunan tahunan 22,2%, saham ini menunjukkan kenaikan 23,6% dalam satu bulan terakhir, menandakan momentum positif yang diperkuat oleh aksi beli asing. Investor dapat menafsirkan dukungan harga ini sebagai sinyal bahwa masih menarik bagi aliran dana institusional.

Bagaimana Perbandingan Aktivitas Asing di dengan Saham Lain pada Hari yang Sama?


menjadi satu-satunya saham dengan net buy signifikan pada hari itu, sementara saham lain mengalami net sell atau net buy yang jauh lebih kecil. Investor.id melaporkan bahwa mencatat net buy sebesar Rp 64,9 miliar, jauh di bawah , sedangkan dan masing-masing mengalami net sell sebesar Rp 237,4 miliar dan Rp 101,4 miliar pada sesi I. Total net sell pasar mencapai Rp 456,6 miliar, menandakan aliran dana keluar secara keseluruhan, namun arah alokasi beralih ke sebagai aset perbankan yang dianggap lebih aman. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa investor asing secara selektif menambah posisi di bank besar sambil mengurangi eksposur pada sektor non-perbankan, yang dapat memperkuat peran sebagai "blue-chip" utama di portofolio mereka.

 Disclaimer: This article was produced automatically by Artificial Intelligence (AI) through the compilation and synthesis of information from multiple news sources. It is not independent reporting and does not constitute investment advice. 


Sumber : AI News
An error occurred.