-
Ini Penyebab IHSG Loyo
Thursday, September 04, 2025 14:02 WIB
JAKARTA, investor.id -Indeks harga saham gabungan ( IHSG ) lesu, karena turun sebesar 16,06 poin (0,2%) ke 7.869,8 pada penutupan sesi I, Kamis (4/9/2025). Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, IHSG hari ini loyo karena sentimen dari dalam negeri.
Pilarmas merekomendasikan saham untuk perdagangan di sesi II.
Pilarmas menjelaskan IHSG hari ini melemah, setelah sebelumnya indeks mengalami rebound karena aksi profit taking jelang long weekend. Ditambah lagi, adanya tekanan jual asing. "Berdasarkan data kemarin investor asing membukukan net sell Rp 1,21 triliun di pasar reguler," tulis Pilarmas dalam risetnya, Kamis (4/9/2025).
Sementara itu, lanjut Pilarmas, indeks saham Asia bergerak mixed, perhatian pasar saat ini tertujupada kebijakan moneter dari The Fed, dimana pasar semakin optimis The Fed akan memangkas suku bunga acuannya.
Berdasarkan CME Fedwatch, probabilitas pemangkasan suku bunga acuan 25 bps pada pertemuan 17 September sebesar 97,6%.
Sebelumnya petinggi The Fed mengungkapkan Christopher Waller menegaskan dukungannya terhadap pemangkasan suku bunga pada pertemuan mendatang, sedangkan Presiden Fed AtlantaRaphael Bostic menyatakan pemotongan sudah dalam agenda, meski belum memastikan waktunya.
Menurut Pilarmas, faktor lainnya mendukung pemangkasan suku bunga juga datang pasca rilis data lowongan kerja AS bulan Juli turun dari sebelumnya 7,35 juta menjadi 7,18 juta.
"Ini memberikan indikasi penurunan lowongan pekerja dan pasar tenaga kerja yang lemah, ini cerminan kondisi ekonomi yang belum stabil," jelas Pilarmas.
Data Tenaga Kerja AS
Selanjutnya, pasar juga menantikan rilis klaim pengangguran AS, data ketenagakerjaan ADP, dan laporan nonfarm payrolls pada Jumat (5/9/2025) untuk petunjuk lebih lanjut tentang momentum ekonomi dan kebijakan Fed.
Di sisi lain, pemerintahan Trump mengajukan banding atas putusan pengadilan yang membatalkan sebagian besar tarif globalnya, yang berpotensi memicu pertikaian di Mahkamah Agung. Trump mengulangi klaimnya saat berbicara di acara Scott Jennings, bahwa tarif tersebut merupakan daruratekonomi dan memperingatkan konsekuensi serius jika kasus tersebut kalah di Mahkamah Agung.
Pada sesi pertama hari ini, saham-saham yang mengalami kenaikan terbesar , , , , . Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar , , , , .
Pilarmas merekomendasikan saham untuk perdagangan di sesi II. "Kami merekomendasikan buy dengan support dan resistance di 2.680 - 2.950," tutup Pilarmas.
Sumber : investor.id