- Tujuan Penggabungan: dan ALSOK Bass berencana bergabung untuk meningkatkan efisiensi, integrasi operasional dan sinergi di bawah kendali ALSOK Co Ltd.
- Rencana & Target: Dalam setahun setelah merger, menargetkan penyelarasan struktur organisasi, efisiensi biaya dan perluasan basis pelanggan.
- Aspek Keuangan & Kepatuhan: ALSOK menyiapkan dana Rp70,05 miliar sebagai pembeli siaga; telah mendapat persetujuan kreditur utama dan berkomitmen memenuhi ketentuan free float minimal 7,5%.
Ipotnews - Manajemen PT Shield On Service Tbk () menyampaikan, penggabungan usaha dengan PT ALSOK Bass Indonesia Security Services (AB) bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan optimalisasi sumber daya melalui integrasi operasional yang memiliki kesamaan fungsi.
Keterangan tersebut merupakan respons perseroan terhadap permintaan penjelasan dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai rencana penggabungan usaha dengan ALSOK Bass. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan dalam rangka membentuk sinergi di bawah kendali perusahaan asal Jepang, ALSOK Co Ltd.
Manajemen memaparkan, struktur organisasi akan dibuat lebih terpadu agar proses pengambilan keputusan menjadi cepat dan terkoordinasi. Selain itu, karyawan diharapkan bisa memperoleh pembagian peran yang lebih jelas dan peluang pengembangan kompetensi yang lebih terarah.
Dalam jangka satu tahun setelah tanggal efektif penggabungan yang direncanakan pada 1 April 2026, menargetkan tercapainya penyelarasan struktur organisasi, peningkatan efisiensi biaya operasional, serta perluasan basis pelanggan, terutama di kalangan perusahaan Jepang dan multinasional.
Manajemen menegaskan bahwa perseroan telah menyiapkan langkah antisipatif apabila sinergi tidak tercapai, antara lain evaluasi struktur organisasi, penyesuaian strategi bisnis dan dukungan manajemen ALSOK Co Ltd selaku pemegang saham pengendali.
Terkait dengan persetujuan kreditur, mengaku telah memperoleh persetujuan tertulis dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk () dan PT Bank Mizuho Indonesia. Namun ALSOK Bass masih berdiskusi dengan PT Bank SMBC Indonesia Tbk (), yang diharapkan selesai paling lambat 28 November 2025. Hingga batas waktu keberatan pada 27 Oktober 2025, tidak ada kreditur atau pihak ketiga yang menyatakan keberatan terhadap rencana penggabungan.
Sebagai bagian dari transaksi, ALSOK Co Ltd ditunjuk sebagai pembeli siaga bagi pemegang saham yang tidak menyetujui penggabungan. Dana yang disiapkan ALSOK berasal dari kas internal dengan nilai maksimum Rp70,05 miliar, termasuk Rp66,85 miliar untuk pembelian saham dan Rp3,20 miliar untuk saham ALSOK Bass. Harga pembelian saham ditetapkan Rp534 per lembar.
Menjawab sorotan BEI terkait kepemilikan publik yang hanya 3,16 persen per September 2025, manajemen menyatakan komitmennya untuk memenuhi ketentuan minimum 7,5 persen free float, melalui rencana penjualan sebagian saham oleh ALSOK kepada investor publik pada Kuartal I-2026.
Lebih lanjut manajemen menjelaskan, ALSOK telah membeli seluruh saham milik PT Inlife pada 30 September 2025 sebagai tindak lanjut dari perjanjian opsi jual beli yang ditandatangani sejak 2023. Perseroan menegaskan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan PT Inlife.(Budi/AI)
Sumber : admin