- Indosat tengah mengupayakan pinjaman sekitar US$2 miliar untuk membiayai pembelian chip canggih guna mendukung pengembangan teknologi AI di Indonesia.
- Citigroup bertindak sebagai pengatur (arranger) pinjaman dan telah menjajaki minat sejumlah bank untuk berpartisipasi dalam pembiayaan tersebut.
- Langkah ini mencerminkan strategi diversifikasi bisnis Indosat di luar layanan konektivitas seluler, seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur AI di Asia.
Ipotnews - PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk () tengah mengupayakan fasilitas pinjaman senilai sekitar US$2 miliar untuk membiayai pembelian chip semikonduktor canggih yang akan digunakan dalam operasionalnya di Indonesia. Langkah tersebut mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di kawasan Asia.
Berdasarkan sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, Citigroup ditunjuk sebagai pengatur (arranger) pinjaman dan telah menghubungi sejumlah bank guna mengukur minat mereka untuk ikut serta dalam sindikasi pembiayaan. Sumber tersebut meminta identitasnya tidak diungkapkan karena pembicaraan masih bersifat privat.
Hingga saat ini, Indosat belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar, sementara juru bicara Citigroup juga menolak memberikan keterangan.
Dalam beberapa waktu terakhir, bank dan penyedia kredit swasta mulai memperluas pembiayaan sektor AI, tidak hanya untuk pembangunan pusat data (data center), tetapi juga untuk pengadaan perangkat keras seperti chip AI yang menjadi komponen utama dalam menjalankan teknologi tersebut. Pembiayaan jenis ini dinilai berpotensi memberikan imbal hasil lebih tinggi bagi pemberi pinjaman.
Meski demikian, pembiayaan chip AI juga membawa sejumlah risiko baru, termasuk ketidakpastian mengenai keberlanjutan investasi AI serta potensi dampak dari ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China dalam persaingan pengembangan teknologi AI.
Sejumlah transaksi pembiayaan serupa juga tengah berlangsung di pasar global. Operator pusat data asal Amerika Serikat, GMI Cloud, misalnya, sedang mencari pinjaman multi-tranche senilai NT$20,45 miliar atau sekitar US$633 juta untuk proyek pabrik di Taiwan. Sementara itu, Brookfield Asset Management bersama Tor Investment Management telah menyediakan pinjaman sebesar US$255 juta kepada platform infrastruktur AI asal Silicon Valley, PaleBlueDot AI.
Menurut Bloomberg Intelligence, sekitar 84% pendapatan Indosat masih berasal dari bisnis konektivitas seluler. Namun, upaya perusahaan memperoleh pendanaan untuk investasi chip AI menunjukkan strategi diversifikasi bisnis guna mengurangi ketergantungan pada sumber pendapatan tradisional dan memperkuat posisi di ekosistem AI yang berkembang pesat.(Bloomberg)
Sumber : Admin