Indonesia Masih Memiliki 87,88 Juta Pekerja di Sektor Informal pada Mei 2026
Wednesday, August 05, 2026       22:26 WIB

AI News - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa pada Mei 2026 terdapat 87,88 juta pekerja informal, menyusun hampir 60% tenaga kerja nasional, meski jumlah pengangguran turun menjadi 7,22 juta orang.

Poin Penting

  • Jumlah pekerja informal mencapai 87,88 juta orang (~59% tenaga kerja).
  • Pekerja formal tercatat 60,31 juta orang (40,70% tenaga kerja).
  • Total penduduk yang bekerja naik menjadi 148,19 juta orang, bertambah 522.000 sejak Februari 2026.
  • Pengangguran menurun menjadi 7,22 juta orang, turun sekitar 24.000, dengan tingkat pengangguran terbuka 4,65%.
  • Pekerja penuh waktu berjumlah 98,98 juta orang (66,80%), paruh waktu 38,42 juta orang (25,93%), dan setengah penganggur 10,79 juta orang (7,28%).

Mengapa Proporsi Pekerja Informal Masih Tinggi Meskipun Pengangguran Menurun?


Proporsi pekerja informal tetap tinggi karena sebagian besar tenaga kerja masih berada di sektor yang secara tradisional mengandalkan pekerjaan tidak formal. BPS mencatat bahwa pekerja formal hanya 60,31 juta orang atau 40,70% dari total tenaga kerja, sementara pekerja informal mencapai 87,88 juta orang, menyusun hampir 59% keseluruhan. Meskipun angka pengangguran turun sekitar 24.000 orang dan total penduduk yang bekerja naik 522.000 orang, penciptaan pekerjaan formal belum cukup untuk menyerap tambahan tenaga kerja tersebut. Hal ini menandakan tantangan besar bagi pemerintah dalam meningkatkan formalitas, memberikan perlindungan sosial, dan menurunkan ketergantungan pada pekerjaan informal.

Apa Sektor Usaha yang Menyerap Tenaga Kerja Terbanyak pada Mei 2026?


Sektor pertanian, perdagangan besar dan eceran, serta industri pengolahan tetap menjadi tiga lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar pada Mei 2026. Menurut BPS, pertanian menyerap 28,75% tenaga kerja, diikuti oleh perdagangan besar dan eceran dengan 17,80%, serta industri pengolahan sebesar 13,53%. Selain tiga sektor utama tersebut, akomodasi dan makan-minum mencatat penambahan tenaga kerja sekitar 195.000 orang, sementara transportasi dan pergudangan menambah sekitar 121.000 pekerja, menunjukkan dinamika pertumbuhan di sektor layanan. Data ini mengindikasikan bahwa meski pertanian tetap dominan, sektor layanan berkembang cepat, memberi sinyal diversifikasi struktur ekonomi Indonesia.

Bagaimana Peningkatan Pekerja Paruh Waktu dan Setengah Penganggur Mempengaruhi Pasar Kerja?


Peningkatan pekerja paruh waktu dan setengah penganggur menambah tekanan pada pasar kerja yang sudah didominasi oleh pekerjaan informal. Data BPS menunjukkan bahwa pekerja paruh waktu mencapai 38,42 juta orang atau 25,93% total tenaga kerja, sementara setengah penganggur tercatat 10,79 juta orang atau 7,28%, naik sekitar 59.000 orang sejak Februari 2026. Meskipun pekerja penuh waktu berjumlah 98,98 juta orang (66,80%), proporsi tenaga kerja yang tidak penuh waktu tetap signifikan, berpotensi menurunkan stabilitas pendapatan dan produktivitas. Kondisi ini menuntut kebijakan yang lebih fleksibel serta upaya peningkatan kualitas pekerjaan untuk mengurangi ketidakpastian ekonomi bagi para pekerja.

 Disclaimer: This article was produced automatically by Artificial Intelligence (AI) through the compilation and synthesis of information from multiple news sources. It is not independent reporting and does not constitute investment advice. 


Sumber : AI News