- Impor soyoil India cetak rekor 601.000 ton.
- Impor CPO naik 7% ke 780.000 ton.
- Pembelian meningkat jelang musim festival.
Ipotnews - India mengimpor minyak kedelai (soyoil) dalam jumlah terbesar sepanjang sejarah pada Agustus 2026, dan impor minyak sawit (CPO) mencapai level tertinggi dalam enam bulan. Lonjakan pembelian dilakukan kilang minyak nabati India untuk membangun persediaan menjelang musim festival yang biasanya mendorong permintaan.
Peningkatan pembelian oleh India, yang merupakan importir minyak nabati terbesar dunia, berpotensi membantu produsen utama seperti Indonesia, Malaysia, dan Argentina mengurangi persediaan sekaligus memberikan dukungan terhadap kontrak berjangka minyak sawit dan soyoil, seperti dilansir Reuters, di Mumbai, Rabu (2/9).
Berdasarkan rata-rata estimasi lima trader, impor minyak sawit India sepanjang Agustus mencapai 780.000 ton, naik 7% dibandingkan Juli. Sementara itu, impor soyoil melonjak 21% secara bulanan menjadi rekor 601.000 ton.
Sebaliknya, pengiriman minyak bunga matahari (sunflower oil) anjlok 38% menjadi 157.000 ton, volume terendah dalam enam bulan.
Secara keseluruhan, impor minyak nabati India melesat 4% menjadi 1,54 juta ton pada Agustus. Angka tersebut merupakan level tertinggi dalam 11 bulan, dan terutama didorong oleh meningkatnya pengiriman minyak sawit serta soyoil.
Data tersebut tidak mencakup pengiriman minyak nabati bebas bea yang masuk ke India melalui jalur darat dari negara tetangga Nepal. Trader memperkirakan sekitar 100.000 ton minyak nabati, termasuk 90.000 ton soyoil, masuk dari Nepal selama Agustus.
Solvent Extractors' Association of India dijadwalkan merilis data resmi impor minyak nabati untuk Agustus pada pertengahan September.
Managing Partner GGN Research di Rajkot, Gujarat, Rajesh Patel, mengatakan perusahaan pengolahan minyak meningkatkan pembelian untuk memenuhi kebutuhan selama musim festival. Selain itu, pengiriman untuk waktu dekat dinilai lebih murah dibandingkan pembelian dengan jadwal pengiriman beberapa bulan ke depan.
India memasuki rangkaian musim festival mulai Agustus hingga November. Periode tersebut biasanya menjadi puncak permintaan minyak nabati karena konsumsi rumah tangga dan kebutuhan industri makanan melambung.
Kenaikan impor soyoil terjadi karena harganya lebih kompetitif dibandingkan minyak sawit. Di sisi lain, pengiriman minyak bunga matahari dari kawasan Laut Hitam mengalami gangguan akibat meningkatnya eskalasi perang Rusia-Ukraina.
Chief Executive Officer Sunvin Group, perusahaan pialang minyak nabati yang berbasis di Mumbai, Sandeep Bajoria, mengatakan kombinasi harga dan gangguan pasokan membuat soyoil lebih menarik bagi pembeli India.
India selama ini mendapatkan sebagian besar kebutuhan minyak sawitnya dari Indonesia dan Malaysia. Sementara itu, pasokan soyoil dan minyak bunga matahari terutama berasal dari Argentina, Brasil, Rusia, dan Ukraina.
Bajoria memperkirakan tren pembelian minyak nabati India masih akan berlanjut pada bulan berikutnya. "Bahkan pada September, impor soyoil dan minyak sawit India akan tetap sangat tinggi," kata Bajoria. (Reuters/AI)
Sumber : Admin