Indeks Sektor Kesehatan dan IDXBASIC Perkasa Saat IHSG Ekspansi ke Level 6.351
Wednesday, August 05, 2026       17:10 WIB
  • IDXHEALTH memimpin penguatan dengan melonjak 2,35 persen, disusul IDXBASIC, mendorong IHSG ditutup menguat 0,5 persen ke level 6.351.
  • melesat 8,8 persen dan naik 0,97 persen menopang IDXHEALTH, sementara mencatat ARA 24,9 persen dan mengangkat IDXBASIC.
  • Hanya IDXFINANCE dan IDXINFRA yang ditutup di zona merah, masing-masing melemah 0,2 persen dan 0,99 persen.

Ipotnews - Mayoritas indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (5/8), sejalan pula dengan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) yang meningkat 0,5 persen ke level 6.351. Penguatan dipimpin indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) yang melejit 2,35 persen dan disusul indeks sektor barang baku (IDXBASIC) menguat 2,22 persen.
Berdasarkan data perdagangan di aplikasi IPOT , penguatan IDXHEALTH ditopang peningkatan harga sejumlah saham berkapitalisasi pasar (market cap) besar di sektor kesehatan. Saham ) sebagai emiten pemilik market cap terbesar di IDXHEALTH senilai Rp159 triliun, sahamnya menguat 0,97 persen ke level 13.000.
Selain itu, yang memiliki market cap terbesar kedua di sektor kesehatan senilai Rp37,4 triliun, mengalami lompatan harga saham hingga 8,8 persen ke level 800. Adapun dua saham yang mencatatkan kenaikan harga tertinggi adalah juga pada (+8,8%) dan diikuti (+7,8%).
Selanjutnya, IDXBASIC tercatat menguat 2,22 persen, dengan kenaikan tertinggi pada saham yang mengalami ARA (+24,9%) dan (+13,9%). Indeks sektor barang konsumsi nonprimer (IDXNONCYC) ditutup meningkat 1,62 persen, dengan kenaikan tertinggi pada yang mencatat ARA (+10%) dan juga mengalami ARA (+10%).
Berikutnya diikuti indeks sektor energi (IDXENERGY) yang ditutup menguat 1,61 persen, dengan kenaikan tertinggi pada saham (+10,3%) dan (+9,6%). Indeks sektor barang konsumsi primer (IDXCYCLIC) juga menguat 1,61 persen, dengan kenaikan paling tinggi pada (+25,4%) dan (+10,3%).
Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) berakhir menguat 1,6 persen, dengan kenaikan tertinggi pada saham yang mengalami ARA (+25%) dan (+15,3%). Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) ditutup bertumbuh 1,34 persen, dengan kenaikan tertinggi pada (+7,7%) dan (+5,9%).
Penguatan terjadi pada indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) sebesar 0,73 persen, dengan kenaikan tertinggi pada saham yang mencatatkan ARA (+25%) dan juga mengalami ARA (+8,7%). Indeks sektor industri (IDXINDUST) ditutup menguat 0,3 persen, dengan kenaikan tertinggi pada (+7,2%) dan (+5,8%).
Sementara itu, hanya dua sektor yang berakhir di zona merah, yakni indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) melemah 0,2 persen, dengan penurunan terdalam pada saham (-8%) dan (-3,8%). Tekanan signifikan datang dari sebagai pemilik market cap terbesar di BEI, yang harga sahamnya melemah 0,77% ke level 6.450.
Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) mencatat penurunan terdalam dengan koreksi sebesar 0,99 persen. Pelemahan IDXINFRA terjadi di tengah pelemahan sebagai emiten pemilik market cap Rp268 triliun, sahamnya menurun 2,87 persen ke level 2.710.
Selain , saham sebagai emiten pemilik market cap senilai Rp262 triliun, harga sahamnya anjlok hingga 11,29 persen ke level 5.500. Penurunan ini merupakan yang terdalam di sektornya, kemudian disusul yang harga sahamnya melorot sebesar 4,5 persen ke level 1.900.(Budi/AI)

Sumber : admin
An error occurred.