Indeks Saham dan Mata Uang EM Asia Berbeda Arah, IHSG dan Rupiah Ambles ke Level Terendah
Wednesday, June 03, 2026       16:40 WIB
  • Mayoritas bursa saham Asia emerging menguat, tetapi mata uang kawasan melemah akibat penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak.
  • IHSG anjlok lebih dari 5% ke level terendah lima tahun, sementara rupiah menyentuh rekor terlemah sepanjang masadi Rp17.950 per dolar AS.
  • Tekanan berasal dari lonjakan harga energi akibat perang Iran, menyusutnya surplus perdagangan Indonesia, serta ancaman tarif tambahan AS terhadap sejumlah negara Asia.

Ipotnews - Mayoritas indeks saham  emerging market  Asia bergerak naik, namun nilai mata uang di kawasan cenderung turun, hingga menjelang akhir sesi perdagnagn hari ini, abu (3/6).
Sementara itu, IHSG ambles hingga lebih 5%, menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir. Pada saat yang sama, rupiah juga melorot ke rekor terendah sepanjang masa di Rp17.950 per dolar AS, seiring menyusutnya surplus perdagangan dan meningkatnya tekanan inflasi yang menyoroti tantangan akibat tingginya harga energi yang berkepanjangan.
Laman Reuters melaporkan, hingga lepad pukul 15:00 WIB, penguatan dolar AS menekan mata uang di seluruh kawasan Asia  emerging market . Peso Filipina bertahan di dekat rekor terendahnya, sementara ringgit Malaysia melemah ke level terendah dalam dua bulan.
Guncangan harga energi akibat perang Iran memberikan tekanan besar pada negara-negara Asia Tenggara yang bergantung pada impor energi, terutama Indonesia dan Filipina. Dampaknya terhadap neraca perdagangan telah memicu arus keluar modal dan pelemahan mata uang.
Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat pada Rabu, mendorong harga minyak naik lebih dari 1%. Ketidakpastian regional juga bertambah setelah pemerintah AS mengusulkan tarif impor tambahan sebesar 10% hingga 12,5% terhadap produk dari 60 negara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Singapura, terkait dugaan kegagalan dalam penegakan aturan terhadap praktik kerja paksa.
"Katalis paling langsung adalah kombinasi kenaikan harga minyak, surplus perdagangan April yang hampir lenyap, rupiah yang kembali mencetak rekor terendah, serta kekhawatiran bahwa posisi fiskal Indonesia akan semakin sulit dipertahankan jika harga energi tetap tinggi," ujar Josua Pardede, Kepala Ekonom PermataBank, mencermati kejauhan pasar Indonesia.
Menurutnya, risiko akan meningkat apabila nilai tukar USD/IDR mendekati atau menembus level 18.000, sementara pasar saham terus melemah dan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) meningkat. Kondisi tersebut dapat mendorong pasar mulai memperhitungkan risiko guncangan kepercayaan yang lebih luas, imbuhnya kepada Reuters.
Data yang dirilis Selasa kemarin menunjukkan surplus perdagangan Indonesia pada April menyusut ke level terendah dalam enam tahun. Sementara itu, inflasi Mei bergerak mendekati batas atas target bank sentral, hanya dua pekan setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin, lebih tinggi dari perkiraan pasar.
Berbeda dengan Indonesia, pasar saham Filipina melonjak 2%, memperpanjang penguatan untuk hari ketiga berturut-turut setelah pemerintah mengumumkan penurunan harga bahan bakar. Peso Filipina hanya melemah tipis dan masih berada di dekat rekor terendah yang dicapai awal pekan ini.
Di bagian lain, indeks saham Singapura mencapai rekor tertinggi sepanjang masa dengan kenaikan hingga 1,1%, didukung penguatan saham perbankan besar seperti DBS Group dan OCBC .
Saham Taiwan juga mencetak rekor tertinggi baru, sementara indeks MSCI Asia Emerging Markets bergerak relatif datar.
Indeks utama Malaysia naik 0,6%, meskipun ringgit melemah ke 3,9840 per dolar AS, level terendah dalam dua bulan.
Pasar keuangan di Korea Selatan dan Thailand hari ini tutup karena libur nasional. (Reuters)
Asia stock indexes and currencies at 0705 GMT

COUNTRY

FX RIC

FX DAILY %

FX YTD %

INDEX

STOCKS DAILY %

STOCKS YTD %

Japan

JPY

-0.04

-2.07

N225

2.50

35.88

China

CNY

-0.09

+3.20

SSEC

0.26

2.94

India

INR

-0.52

-6.15

NSEI

-1.25

-11.25

Indonesia

IDR

-0.64

-7.11

JKSE

-5.02

-31.95

Malaysia

MYR

-0.53

+1.81

KLSE

0.25

0.43

Philippines

PHP

-0.17

-4.75

PSI

0.68

-1.65

S.Korea

KRW

-0.40

-5.23

KS11

0.15

108.85

Singapore

SGD

-0.17

+0.32

STI

0.76

10.55

Taiwan

TWD

+0.09

+0.07

TWII

1.98

60.41

Thailand

THB

-0.31

-3.94

SETI

1.26

26.07

Sumber : admin