- IDXPROPERT menjadi indeks sektoral dengan pelemahan terdalam, turun 0,53 persen, seiring IHSG melemah 0,12 persen ke 6.343.
- Pelemahan sektor properti dipicu turunnya (-5,49 persen) dan (-1,56%), sementara dan mencatat koreksi terdalam.
- Di sisi lain, IDXENERGY menjadi sektor dengan penguatan terbesar (+1,43%), didukung kenaikan dan lonjakan .
Ipotnews - Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) mencatatkan pelemahan terdalam di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Kamis (6/8) setelah menurun 0,53 persen. Penurunan ini menjadi salah satu pemicu pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) sebesar 0,12 persen ke level 6.343.
Berdasarkan data di aplikasi IPOT , tekanan pada IDXPROPERT terjadi seiring pelemahan sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar di sektor ini. Saham sebagai emiten pemilik market cap terbesar di IDXPROPERT senilai Rp119 triliun, harga sahamnya merosot 5,49 persen ke level 12.050.
Selain , saham yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar kedua di sektor ini senilai Rp114 triliun, mengalami pelemahan harga saham sebesar 1,56 persen ke level 6.300. Adapun dua saham yang mengalami koreksi terdalam terjadi pada saham yang mencatatkan ARB (-14,8%) dan (-7,6%).
Selain IDXPROPERT, pelemahan juga terjadi pada indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) sebesar 0,48 persen, dengan penurunan paling dalam terjadi pada saham (-3,5%) dan (-3,2%). Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) melemah 0,44 persen, dengan koreksi paling besar terjadi pada (-7,1%) dan (-6,2%).
Indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) menurun 0,28 persen, dengan pelemahan terdalam pada mencatatkan ARB (-9,5%) dan (-6%). Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) terkoreksi 0,24 persen, dengan penurunan terdalam pada (-4,9%) dan (-4,3%). Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) melemah 0,22 persen, dengan koreksi terdalam pada yang mengalami ARB (-14,9%) dan (-5,7%).
Sementara itu, indeks sektor energi (IDXENERGY) menjadi sektor dengan penguatan terbesar setelah melompat 1,43 persen. Penguatan didukung kenaikan saham yang merupakan emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp404 triliun, dengan kenaikan harga saham 0,62 persen ke level 12.125.
Adapun sebagai pemilik market cap terbesar kedua di IDXENERGY mencatatkan lonjakan harga saham sebesar 12,14 persen ke level 970. Dua saham yang mengalami kenaikan harga paling besar di sektor ini adalah (+21,9%) dan (+13,4%).
Selanjutnya, sektor lain yang ditutup di zona hijau adalah indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) yang meningkat 0,86 persen, dengan kenaikan paling tinggi terjadi pada (+4%) dan (+4%). Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) menguat 0,59 persen, dengan kenaikan tertinggi pada saham yang mengalami ARA (+9,4%) dan juga mencatatkan ARA (+8%).
Indeks sektor barang konsumen nonprimer (IDXCYCLIC) tercatat bertumbuh 0,12 persen, dengan kenaikan harga saham paling tinggi terjadi pada saham (+25,2%) dan yang mencatatkan ARA (+24,7%). Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) meningkat tipis 0,09 persen, dengan kenaikan terbesar pada (+9,5%) dan (+7,9%).
(Budi/AI)
Sumber : admin