Indeks MSCI Mata Uang dan Saham EM Asia Melemah, Rupiah Mengarah ke Rekor Terlemah
Thursday, July 09, 2026       16:52 WIB
  • Mayoritas bursa saham emerging Asia menguat, dipimpin Kospi Korea Selatan yang naik 0,5%, namun indeks MSCI Emerging Markets Asia masih turun 0,4%.
  • Indeks mata uang EM Asia versi MSCI juga turun 0,3%, rupiah melemah ke Rp18.095 per dolar AS, mendekati rekor terendah
  • Saham Singapura mencetak rekor tertinggi, pasar Indonesia dan Thailand menguat, sedangkan bank sentral Malaysia mempertahankan suku bunga di level 2,75%.

Ipotnews - Mayoritas indeks saham acuan negara-negara  emerging market  Asia, bergerak menguat hingga menjelang akhir sesi perdagangan hari ini, Kamis (9/7).   
Saham Korea Selatan ditutup menguat pada Kamis setelah melalui sesi perdagangan yang bergejolak dan sempat menyeret indeks ke level terendah dalam tujuh pekan.
Namun indeks MSCI Emerging Markets Asia masih mencatatkan penurunan 0,4%, hingga sekitar pukul 16:00 WIB.
Di pasar mata uang, indeks mata uang EM Asia versi MSCI juga turun 0,3%. Won Korea Selatan bertahan stabil di level 1.508,9 per dolar AS. Gubernur Bank of Korea, Shin Hyun Song, mengatakan ia melihat peluang besar won menguat seiring fundamental ekonomi yang tetap solid.
Rupiah Indonesia melorot kembali ke level Rp18.095 per dolar AS, mendekati rekor terendahnya di Rp18.190 per dolar AS. Dolar Taiwan juga melemah ke 32,210 per dolar AS, level terendah sejak 30 April 2025.
Pada Kamis, pasar global kembali dibayangi meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang dengan Iran telah "berakhir". Pernyataan tersebut kemudian diikuti serangan dan aksi balasan terbaru dari kedua pihak.
Indeks acuan Kospi, yang didominasi saham-saham teknologi, ditutup naik 0,5% didorong oleh rebound saham-saham semikonduktor setelah sempat berfluktuasi antara zona positif dan negatif.
Penurunan pada sesi sebelumnya, yang dipicu aksi jual saham teknologi, membuat indeks terkoreksi sekitar 20% dari rekor penutupan pada 22 Juni sehingga mengonfirmasi masuk ke wilayah  bear market .
Meski demikian, indeks Korea Selatan masih menjadi pasar saham dengan kinerja terbaik di dunia tahun ini dengan kenaikan hampir 73%. Reli kuat saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) mendongkrak Kospi.
Di Asia Tenggara, saham Singapura sempat melaju hingga 1,3% dan mencetak rekor tertinggi untuk hari kelima berturut-turut. Kenaikan dipimpin saham perbankan OCBC , UOBH , dan DBS yang menguat antara 1,3% hingga 2,8%.
Pasar saham Indonesia dan Thailand masing-masing juga menguat 0,3% dan 1,2%. Sebaliknya, bursa saham Filipina melorot 0,8%
Mata uang dan pasar saham Malaysia bergerak stabil setelah bank sentral mempertahankan suku bunga acuannya sesuai dengan ekspektasi pasar.
Di Malaysia, ringgit dan pasar saham bergerak relatif tidak berubah setelah bank sentral mempertahankan suku bunga acuan di level 2,75% untuk pertemuan keenam berturut-turut, di tengah inflasi yang moderat dan pertumbuhan ekonomi yang tetap berkelanjutan.
"Pernyataan bank sentral mencerminkan keyakinan yang lebih besar terhadap prospek pertumbuhan, yang juga didukung oleh kuatnya pertumbuhan produksi industri pada Mei sebesar 8,4%," kata Lavanya Venkateswaran, ekonom senior ASEAN di OCBC Bank.
Baht Thailand menguat hampir 0,2%, dolar Singapura naik 0,1%, sedangkan peso Filipina melemah 0,1%. (Reuters/AI)
 Asia stock indexes and currencies at 0729 GMT 

Country

FX Daily %

FX YTD %

Index Daily %

Stocks YTD %

Japan

+0.13

-3.52

1.4

30.7

China

+0.15

+2.84

1.65

1.71

India

+0.13

-5.83

0.58

-8.07

Indonesia

-0.53

-7.82

0.25

-31.91

Malaysia

-0.05

-0.49

-0.23

-0.02

Philippines

-0.10

-4.48

-0.72

2.94

South Korea

-0.48

-4.64

0.56

72.93

Singapore

+0.09

-0.53

0.49

16.14

Taiwan

-0.52

-2.37

-0.83

56.59

Thailand

+0.15

-5.84

1.64

27.18


Sumber : admin