- IHSG rebound dibuka menguat ke level 6.632 setelah sebelumnya melemah tipis.
- Sektor energi memimpin penguatan, sementara teknologi dan keuangan terkoreksi.
- Analis IPOT memperkirakan indeks bergerak di kisaran 6.550 sejalan sikap wait and see investor global.
Ipotnews - IHSG dibuka rebound pagi ini, Kamis (3/9), dengan menguat ke level 6.632 atau naik 37 poin dari penutupan perdagangan kemarin yang melemah tipis 0,06 persen ke level 6.595 dengan disertai net sell asing sebesar Rp235 miliar.
Memasuki menit kelima tepatnya pada pukul 09.05 WIB, indeks masih di zona penguatan meski sedikit susut menjadi 0,38 persen atau 25 poin ke level 6.620. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.638 dan terendah di level 6.614 yang tetap berada di zona hijau.
Sebanyak 329 emiten yang bergerak menguat, 177 emiten melemah dan 457 emiten stabil. Frekuensi transaksi mencapai 153,2 ribu kali dengan nilai Rp981,9 miliar.
Sembilan sektor menguat dan dua sektor lainnya melemah yaitu teknologi -1,93 persen ke level 7.156 dan keuangan -0,01 menjadi 1.407.
Untuk sektor yang menguat yaitu kesehatan 0,67 persen ke level 1.539, properti 0,47 persen menjadi 834, infrastruktur 0,55 persen menjadi 1.911, konsumer non primer 0,48 persen menjadi 721.
Lalu, konsumer primer 0,91 persen menjadi 989, industri 0,42 persen menjadi 1.660, energi 1,25 persen menjadi 3.360, sektor bahan baku 0,92 persen ke level 1.814, sektor transportasi 0,90 persen menjadi 1.816.
Brigita Kinari, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas ( IPOT ) memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak sideways setelah kemarin ditutup melemah tipis yang didukung oleh data inflasi yang masih di rentang batas aman dari target serta surplus perdagangan yang masih terjadi.
" IHSG masih tetap berada di level MA5, harapannya tidak breakout lebih dari di bawah MA5 sehingga kami perkirakan indeks akan bergerak sideways di level 6.550 sejalan dengan sikap investor global yang masih wait and see," kata Brigita dalam sesi IPOT Live.
Dari global, Wall Street kompak ditutup menguat pada perdagangan terakhirnya setelah beberapa hari sebelumnya tertekan. Penguatan indeks yang terjadi dipicu oleh meredanya aksi jual obligasi di pasar global. Kemudian data ADP (Automatic Data Processing) Amerika Serikat (AS) menyatakan terdapat penambahan 38 ribu lapangan kerja baru di Agustus 2026 yang menjadi gambaran kesehatan lapangan kerja di AS.
Dari komoditas, harga minyak dunia naik 1 pesen ke USD91 per barel, emas naik 1,1 persen ke USD4.373 per troy ounce, dan batubara menguat 1,21 persen ke USD146,6 per metrik ton. Sementara kabar dari domestik yaitu terkait dengan kesepakatan antara pemerintah dan DPR RI terkait dengan asumsi dasar makro RAPBN 2027.
Brigita juga merekomendasikan tiga saham yang dapat dijadikan acuan yaitu :
strategi Buy (Entry 3.390 Target 3.770 Stop loss 3.240)
strategi Buy (Entry 905 Target 1.020 Stop loss 855)
strategi Buy (Entry 1.610 Target 1.800 Stop loss 1.520).
(Marjudin/ AI)
Sumber : Admin