IHSG Lanjutkan Sesi Penguatan, Uji Level Resisten 6.400
Thursday, August 06, 2026       09:27 WIB
  • IHSG dibuka menguat di level 6.379, uji resistance 6.400.
  • Pertumbuhan PDB 5,29 persen jadi katalis positif.
  • Wall Street bervariasi, emas melonjak hampir 5 persen.

Ipotnews - IHSG kembali dibuka menguat pagi ini, Kamis (6/8), di level 6.379 atau naik 28 poin dari penutupan perdagangan kemarin yang juga menguat 0,50 persen di level 6.351. Penguatan indeks kemarin disertai dengan aksi jual bersih asing sebesar Rp187,6 miliar.
Hingga menit kelima usai pembukaan, indeks masih di zona penguatan meski menipis menjadi 10 poin atau 0,15 persen ke level 6.361 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.388 dan terendah di level 6.356 yang tetap berada di zona hijau.
Sebanyak 279 emiten yang bergerak menguat, 215 emiten melemah dan 469 emiten stabil. Frekuensi transaksi mencapai 183 ribu kali dengan nilai Rp1,34 triliun serta market kapital perdagangan mencapai Rp11,09 triliun.
Sebanyak tujuh sektor melemah dan empat sektor lainnya menguat. Sektor yang terkoreksi yaitu kesehatan -0,02 ke level 1.511, properti -0,02 persen menjadi 808, infrastruktur -0,55 persen menjadi 1.766, konsumer non primer -0,13 persen menjadi 704, konsumer primer -0,25 persen menjadi 962, industri -0,22 persen menjadi 1.618 dan teknologi -0,04 persen menjadi 6.967.
Untuk sektor yang menguat yaitu keuangan 0,12 persen ke level 1.357, energi 0,29 persen menjadi 3.034, sektor bahan baku 1,25 persen ke level 1.768, sektor transportasi 0,69 persen menjadi 1.686.
Brigita Kinari, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas ( IPOT ) menjelaskan penguatan indeks yang terjadi kemarin salah satunya ditopang oleh data PDB di kuartal II 2026 yang mencatat level 5,29 persen. Meski melambat dibandingkan kuartal sebelumnya, namun pertumbuhan ini masih di atas ekspektasi pasar.
"Ini menjadi katalis positif bagi IHSG . Ada kemungkinan secara teknikal IHSG hari ini akan menguji level resistance 6.370 -6.400, harapannya bisa on track," kata Brigita dalam sesi IPOT Live.
Sementara itu dari indeks global khususnya Wall Street ditutup bervariasi dimana penguatan hanya terjadi pada indeks Dow Jones saja dan sempat mencetak All Time High (ATH). Sementara indeks lainnya seperti S&P500 dan Nasdaq ditutup melemah.
Lalu adanya harapan kesepakatan damai antara Iran dan AS terkait dengan selat hormuz langsung direspons pasar yang ditunjukkan melalui pergerakan harga komoditas. Tercatat, harga minyak dunia terkoreksi 0,73 persen ke USD75,22 per barel, emas naik 4,75 persen ke USD4.246,98 per troy ounce, sedangkan batubara melemah 1,57 persen ke USD128,8 per metrik ton.
"Peningkatan harga emas didorong oleh pelemahan dolar dan penurunan US treasury," katanya
Brigita juga merekomendasikan tiga saham pilihan yang patut dicermati investor, yaitu :
strategi Buy on Pullback (Entry 750-780 Target 865 Stop loss 700)
strategi Buy (Entry 72 Target 80 Stop loss 68)
strategi Buy on Pullback (Entry 2.960 - 3.050 Target 3.250 Stop loss 2.830).
(Marjudin/AI)

Sumber : Admin
An error occurred.