- IHSG jatuh 5% ke sekitar 5.880 akibat tekanan saham besar dan aksi jual asing.
- , , , serta sektor utama jadi penekan indeks.
- Terjadi panic selling dengan net foreign sell YTD Rp54 triliun.
Ipotnews - Pada perdagangan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) anjlok lebih dari 5,15 persen dibandingkan saat penutupan perdagangan kemarin. Kinerja negatif pergerakan indeks ini terutama diakibatkan adanya tekanan dari sejumlah saham berkapitalisasi besar yang mengalami kejatuhan.
Hingga penutupan sesi pertama perdagangan hari ini, IHSG berakhir di level 5.889 atau melorot 4,94 persen dibandingkan penutupan kemarin di posisi 6.195. Bahkan, indeks sempat menyentuh level 5.876 alias anjlok 5,15 persen di tengah peningkatan nilai transaksi harian.
Pada penutupan perdagangan siang ini, nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp14,86 triliun. Tingginya nilai transaksi di saat IHSG mengalami penurunan signifikan ini sekaligus mencerminkan adanya kondisi panic selling di market.
Sementara itu, volume transaksi harian di paruh pertama perdagangan tercatat 23,51 miliar saham, dengan frekuensi transaksi harian 1,77 juta kali. Dengan posisi IHSG yang berada di level 5.889, maka pada siang ini market cap di BEI tersisa Rp10.357,2 triliun.
Harga saham sebagai pemilik market cap terbesar terpantau melorot 3 persen ke Rp5.650 per lembar, sedangkan yang memiliki market cap terbesar kedua anjlok 5,83 persen ke level 3.880. Kedua saham ini menjadi kontributor terbesar bagi kejatuhan IHSG hari ini, ditambah lagi dengan dan yang masing-masing tersungkur 3,62 persen dan 2,64 persen.
Secara sektoral, penurunan IHSG terutama dipengaruhi sektor basic materials (IDXBASIC) yang ambles 10,25 persen dan sektor energi (IDXENERGY) yang melorot 7,16 persen, serta sektor infrastruktur (IDXINFRA) yang merosot 6,73 persen.
Sejauh ini kabar pasar menilai tren bearish yang terjadi pada IHSG dipengaruhi berlanjutnya aksi jual bersih investor asing di BEI. Sepanjang perdagangan kemarin (2/6) saja, net foreign sell (all market) mencapai Rp1,39 triliun, sehingga secara year-to-date sudah terjadi aksi jual asing lebih dari Rp54 triliun.
Apabila mengacu pada hasil analisis yang dilakukan Tim Riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas, hari ini level support IHSG berada di posisi 5.880. Namun level ini pun sudah jebol sejak sesi pagi di 5.876 dan bahkan saat pembukaan sesi kedua perdagangan hari ini berlanjut tersungkur ke posisi 5.854. (Budi/AI)
Sumber : Admin