IDXTRANS Menguat 2,39%, Jadi Sektor Terkuat Saat IHSG Naik 1,03% di Sesi I
Thursday, September 03, 2026       13:07 WIB
  • IDXTRANS menjadi sektor terkuat di Sesi I dengan kenaikan 2,39 persen ke level 1.843, ditopang (+4,55%) dan (+3,6%).
  • IDXINDUST naik 2,33 persen dan IDXENERGY menguat 1,88 persen, sementara masing-masing didukung (+2,48%) dan (+0,73%).
  • Sebanyak 10 sektor menguat, sedangkan IDXTECHNO menjadi satu-satunya sektor yang melemah, turun 1,48 persen.

Ipotnews - Sebanyak 10 indeks sektoral Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat pada penutupan perdagangan Sesi I, Kamis (3/9), diikuti Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) yang melejit 1,03 persen ke level 6.663. Sementara itu, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) menjadi satu-satunya indeks sektoral yang melemah.
Berdasarkan data di aplikasi IPOT , IDXTRANS menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi, yakni mencapai 2,39 persen ke level 1.843. Penguatan IDXTRANS antara lain didukung saham sebagai pemilik kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di sektor ini senilai Rp28 triliun. Harga saham emiten maskapai penerbangan BUMN ini tercatat menguat 4,55 persen ke level 69.
Selain , saham sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua di sektor transportasi dan logistik senilai Rp8,21 triliun, harga sahamnya mengalami kenaikan 3,6 persen ke level 144. Dua saham di IDXTRANS yang membukukan kenaikan paling tinggi adalah yang mengalami ARA (+25%) dan (+19,5%).
Berikutnya, indeks sektor industri (IDXINDUST) menguat 2,33 persen, terutama ditopang yang memiliki market cap terbesar di sektor ini senilai Rp200 triliun, dengan kenaikan harga saham 2,48 persen ke level 4.960. sebagai pemilik market cap terbesar kedua di IDXINDUST senilai Rp95,6 triliun, harga sahamnya naik 2,4 persen ke 25.650. Kenaikan paling tajam di sektor ini terjadi pada (+13,5%) dan (+12,9%).
Indeks sektor energi (IDXENERGY) terpantau melompat 1,88 persen, lantaran ditopang sebagai pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp460 triliun, yang harga sahamnya naik 0,73 persen ke 13.800. Lalu diikuti sebagai pemilik market cap kedua di IDXENERGY senilai Rp227 triliun, dengan peningkatan harga saham 1,29 persen ke level 1.180. Dua saham yang mencatatkan peningkatan tertinggi adalah (+7,9%) dan (+7,3%).
Kemudian, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) menguat 1,58 persen, dengan penguatan paling besar terjadi pada saham yang mancatatkan ARA (+24,9%) dan (+8,6%). Indeks sektor konsumen primer (IDXNONCYC) terpantau meningkat 1,4 persen, dengan kenaikan tertinggi pada saham yang mengalami ARA (+10%) dan (+9,2%).
Selanjutnya, indeks sektor barang baku (IDXBASIC) menguat 1,39 persen, dengan pertumbuhan paling besar terjadi pada saham (+13,5%) dan (+11,1%). Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) tercatat meningkat 1,29 persen, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada saham (+6,8%) dan (+5,9%).
Indeks sektor konsumen siklikal (IDXCYCLIC) menguat 0,95 persen, dengan peningkatan terbesar pada saham (+25%) dan (+15,4%). Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) meningkat 0,63 persen, dengan kenaikan paling tinggi pada yang mengalami ARA (+24,8%) dan (+9,5%). Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) menguat 0,5 persen, dengan peningkatan tertinggi pada (+5,7%) dan (+4,6%).
Berbeda dengan sektor lain, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) terpantau melemah 1,48 persen, terutama akibat adanya tekanan dari sebagai pemilik market cap Rp58,3 triliun yang harga sahamnya merosot 1,19 persen ke 1.245. Diikuti pula oleh sebagai konstituen indeks sektor teknologi dengan market cap Rp49,3 triliun, yang harga sahamnya anjlok 11,33 persen ke level 360. Dua saham di sektor ini yang mengalami koreksi paling dalam juga dicatatkan dan disusul (-6%).
(Budi/AI)

Sumber : admin
An error occurred.