AI News - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menggelar peluncuran Bursa Mineral dan Komoditas Strategis, ICOMEX, pada 17 September 2026, dengan timah sebagai komoditas strategis pertama yang diperdagangkan. Rencana operasional pertama diperkirakan berlangsung pada 4 Januari 2027 setelah izin resmi diterbitkan pada Januari 2027.
Poin Penting
- Peluncuran ICOMEX dijadwalkan pada 17 September 2026.
- Timah ditetapkan sebagai komoditas pertama yang diperdagangkan di ICOMEX.
- Rancangan Peraturan OJK terkait peralihan dan penyelenggaraan akan diundangkan pada tanggal peluncuran.
- Transaksi perdana melalui ICOMEX diprediksi dimulai pada 4 Januari 2027.
- Holding BUMN pertambangan MIND ID diharapkan menjadi peserta utama dalam perdagangan timah.
Apa Signifikansi Peluncuran ICOMEX bagi Pasar Mineral Indonesia?
Peluncuran ICOMEX pada 17 September 2026 menandai pembentukan bursa khusus mineral dan komoditas strategis pertama di tanah air, yang memungkinkan perdagangan yang lebih terstruktur dan transparan. Menurut CNBC Indonesia, ICOMEX akan berada di bawah pengawasan OJK, sehingga regulasi dan pengawasan transaksi dapat dijalankan secara konsisten. Dengan adanya dua Rancangan Peraturan OJK yang diundangkan pada hari yang sama, pelaku pasar mendapatkan kepastian hukum yang selama ini kurang di pasar komoditas mineral. Hal ini membuka peluang bagi lebih banyak institusi, termasuk BUMN seperti MIND ID, untuk berpartisipasi, yang pada gilirannya meningkatkan likuiditas dan volume perdagangan. Bagi investor, keberadaan ICOMEX berarti akses yang lebih mudah ke instrumen derivatif timah serta potensi penetapan harga acuan domestik yang lebih stabil.
Mengapa Timah Dipilih sebagai Komoditas Pertama di ICOMEX?
Timah dipilih sebagai komoditas pertama karena memiliki riwayat perdagangan paling lama di bursa komoditas Indonesia, meskipun partisipasinya masih terbatas. Kontan melaporkan bahwa timah selama ini diperdagangkan di Jakarta Futures Exchange (JFX) namun belum menghasilkan likuiditas signifikan karena hanya sedikit pemain yang terlibat. Kepala Eksekutif BMKS OJK, Sarjito, menjelaskan bahwa dengan melibatkan holding BUMN pertambangan MIND ID, ICOMEX dapat memperluas basis partisipan dan meningkatkan eksposur perdagangan timah. Penambahan pemain besar diharapkan menciptakan pasar yang lebih dalam dan stabil, sekaligus mendukung kebijakan pemerintah untuk memperkuat hilirisasi industri smelter dalam negeri. Dengan demikian, timah tidak hanya menjadi produk percontohan, tetapi juga katalis bagi pengembangan ekosistem perdagangan mineral strategis di Indonesia.
Bagaimana RPOJK dan Jadwal Operasional Mempengaruhi Likuiditas serta Partisipasi Pelaku?
Rancangan Peraturan OJK yang diundangkan pada 17 September 2026 menetapkan kerangka peralihan tugas serta tata cara penyelenggaraan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis, memberikan landasan hukum bagi semua transaksi di ICOMEX. CNBC Indonesia mencatat bahwa izin operasional bursa diproyeksikan terbit pada Januari 2027, sementara transaksi perdana diperkirakan dimulai pada 4 Januari 2027, menciptakan jendela waktu yang jelas bagi pelaku pasar untuk menyiapkan infrastruktur dan strategi perdagangan. Keberadaan regulasi yang tegas dan jadwal yang terstruktur meningkatkan kepercayaan investor, baik domestik maupun asing, untuk menambah likuiditas pada platform baru ini. Selain itu, keterlibatan MIND ID sebagai peserta utama diharapkan menarik lebih banyak perusahaan tambang lain, sehingga pasar tidak hanya terpusat pada satu komoditas tetapi dapat berkembang menjadi platform multikomoditas yang berkelanjutan.
Sumber : AI News