-
Harga Wajar ADRO Ternyata Segini
Saturday, September 06, 2025 10:01 WIB
JAKARTA, investor.id-PT Alamtri Resources Indonesia Tbk () membukukan laba bersih (NP) 1H25 sebesar US$ 175 juta (-90% yoy) yang sejalan dengan perkiraan Indo Premier Sekuritas, namun di bawah estimasi konsensus FY25F masing-masing 50%/38%.
"Kami menilai ketidaksesuaian NP vs konsensus, terutama disebabkan ASP kokas yang lebih rendah dari perkiraan, tercermin dari pendapatan yang baru mencapai 44% konsensus, meski volume penjualan tetap sejalan dengan panduan FY25F (48%)," beber riset Indo Premier yang disusun Reggie Parengkuan dan Ryan Winipta dikutip Jumat (5/9/2025).
Secara kuartalan, sebut Indo Premier Sekuritas, NP 2Q25 Alamtri Resources () naik menjadi US$ 98 juta (+28% qoq), terutama berkat lonjakan volume penjualan kokas (+28% qoq).
Selain itu, lanjut mereka, perlu dicatat menghapus 1,4 miliar saham treasuri (4,5% dari saham beredar) pada Agustus 2025 serta mengalokasikan US$ 76 juta untuk program buyback di 2Q25.
Kemudian volume produksi di 2Q25 naik menjadi 1,9 Mt (+18% qoq) seiring meredanya curah hujan. Volume penjualan melonjak menjadi 1,6 Mt (+24% qoq), namun masih tertinggal dibanding produksi karena hambatan logistik di Sungai Barito.
ASP sedikit turun menjadi US$ 153/t (-1% qoq), sejalan dengan harga kokas (-2% qoq). Meski stripping ratio (SR) menurun ke 3,3x (-7% qoq), cash cost naik tipis ke US$ 84/t (+1% qoq) akibat penjualan yang tertinggal, sehingga biaya persediaan meningkat (lihat 's result note).
Volume angkutan batu bara dan OB SIS melonjak ke 17 Mt/51 mbcm (+7%/+38% qoq) seiring membaiknya kondisi cuaca di 2Q25. All-in mining fee naik ke US$ 3,3/t (+3% qoq), sementara cash cost turun ke US$ 2,1/t (-21% qoq). Namun, laba bersih SIS turun menjadi US$ 26 juta (-23% qoq) karena beban pajak melonjak ke US$ 15 juta (+744% qoq).
Harga Wajar
Indo Premier mempertahankan estimasi NP untuk saat ini dan mempertahankan rating Buy dengan TP berbasis SOTP Rp 2.400/saham, untuk mencerminkan penghapusan saham treasuri.
"Kami menilai, real value (harga wajar) belum sepenuhnya tercermin pada harga saham saat ini (TP IPS tidak termasuk bisnis hijau: Rp 1.800/saham), dengan risiko eksekusi yang relatif lebih rendah mengingat rekam jejak perusahaan yang kuat. Risiko utama termasuk harga kokas lebih rendah dari perkiraan akibat lemahnya pertumbuhan ekonomi China, keterlambatan eksekusi proyek, serta potensi pembengkakan capex," pungkas Indo Premier.
Saham Alamtri Resources Indonesia () naik 1,73% ke Rp 1.760 pada perdagangan Kamis (4/9/2025). Dalam periode year to date (ytd) saham ini melemah hingga 27,57%. Sementara itu, dengan target harga Rp 2.400, maka ada potensi cuan saham 36%.
Sumber : investor.id