- Saham dan mata uang emerging market Asia menguatdipicu gencatan senjata AS-Iran yang mendorong penurunan harga minyak di bawah USD100 per barel.
- Indeks MSCI saham EM Asia melonjak 5,5% (terbaik sejak 2022), sementara mata uang regional terapresiasi seiring pelemahan dolar.
- Meski sentimen membaik, risiko inflasi dan ketidakpastian ekonomi masih membayangi kawasan.
Ipotnews - Bursa saham dan mata uang emerging market Asia serempak menguat hingga menjelang akhir sesi perdagangan hari ini, Rabu (8/4), merespons kesepakatan gencatan senjata AS dan Iran. Harga minyak di bawah USD100 per barel, meredakan pasar yang terguncang dan mendukung mata uang regional, sementara dolar melemah.
Laman Reuters melaporkan, mendekati pukul 16:00 WIB, indeks MSCI saham EM Asia melesat 5,5%, mencatat kinerja intraday terbaik sejak pertengahan November 2022. Indeks EM global melompat 5,1% ke level tertinggi tiga minggu, sementara indeks mata uang EM global melajuhampir 1%.
Penurunan harga minyak pasca kesepakatan gencatan senjata dua minggu meningkatkan minat investor terhadap aset di EM Asia yang merupakan pengimpor minyak.
Analis MUFG menyebut meredanya ketegangan ini positif bagi Asia yang sebelumnya terdampak besar oleh penutupan Selat Hormuz. Namun ia mengingatkan bahwa tetap ada risiko bagi ekonomi, nilai tukar, dan pasar suku bunga.
Menurut ANZ, meski gencatan senjata menjadi kabar positif, lonjakan harga energi global mulai tercermin pada inflasi Asia dan berpotensi terus menekan dalam beberapa bulan ke depan.
Indeks saham Korea Selatan dan Taiwan - yang menyumbang hampir setengah indeks Asia EM - melesat masing-masing hampir 7% dan 5%. Bursa Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand melonjak antara 1% hingga 4%.
Nilai tukar mata uang di kawasan juga menguat tajam seiring pelemahan dolar ke level terendah empat minggu. Won Korea melonjak sekitar 2% ke 1.471,6 per dolar, sementara dolar Taiwan naik ke 31,78 - keduanya tertinggi sejak awal Maret.
Di Asia Tenggara, peso Filipina menguat ke 59,407, tertinggi lebih dari dua minggu, sementara baht Thailand dan ringgit Malaysia masing-masing naik sekitar 1,4%.
Rupiah Indonesia sempat menguat ke 16.970 per dolar, namun kembali turun ke 17.010, mengakhiri pelemahan selama tiga sesi.
Saham India dan rupee mempertahankan penguatan setelah bank sentral menahan suku bunga acuannya sambil menunggu dampak lebih jelas dari konflik Timur Tengah. Saham Mumbai naik 3,7%, sementara rupee berada di 92,60 per dolar AS. (Reuters)
Asia stock indexes and currencies at 0742 GMT
Country | FX Daily % | FX YTD % | Stock Daily % | Stock YTD % |
Japan | +0.90 | -0.97 | 5.39 | 11.86 |
China | +0.52 | +2.38 | 2.69 | 0.66 |
India | +0.44 | -2.95 | 3.69 | -8.24 |
Indonesia | +0.47 | -2.00 | 3.72 | -16.38 |
Malaysia | +1.36 | +2.06 | 0.90 | 0.70 |
Philippines | +1.35 | -1.01 | 2.22 | 0.61 |
South Korea | +1.71 | -2.46 | 6.87 | 39.35 |
Singapore | +0.73 | +1.00 | 1.02 | 7.79 |
Taiwan | +0.64 | -1.02 | 4.61 | 20.02 |
Thailand | +1.37 | -1.78 | 1.39 | 17.88 |
Sumber : admin