- Harga Brent ditutup turun 0,06% menjadi USD102,25 per barel, sedangkan WTI anjlok 1,90% menjadi USD91,11.
- Pelemahan terjadi setelah negara-negara Eropa menyetujui proposal untuk melepas cadangan diesel guna menekan harga bahan bakar.
- Proposal Prancis mencakup pelepasan 50 juta barel diesel oleh Eropa dan 50 juta barel minyak mentah oleh anggota IEA.
Ipotnews - Harga minyak mentah berjangka ditutup melemah setelah para pemimpin Eropa menyetujui permintaan Presiden AS Donald Trump untuk melepas cadangan diesel guna menurunkan harga dan mengurangi impor bahan bakar dari AS.
Brent ditutup turun 6 sen atau 0,06% menjadi USD102,25 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup turun USD1,76 atau 1,90% menjadi USD91,11 per barel. Dalam sepekan, Brent naik 0,11%, sedangkan WTI turun 1,6%.
Negara-negara Uni Eropa menyetujui proposal Prancis untuk melepas tambahan stok diesel, kata seorang sumber yang mengetahui detail pembahasan tersebut kepada Reuters.
"Eropa baru saja menyetujui untuk melepas sejumlah besar Diesel Oil yang mereka simpan dalam jumlah besar," tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social. Sebelumnya, Trump mengatakan sedang mempertimbangkan larangan ekspor diesel dari AS.
"Eropa merasa cukup rentan," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group. "Eropa akan menjadi salah satu kawasan yang paling terdampak jika kita memberlakukan larangan ekspor diesel."
Proposal Prancis
Pemerintah negara-negara Uni Eropa mengambil langkah tersebut setelah membahas proposal Prancis agar negara-negara Eropa melepas 50 juta barel diesel. Sementara negara-negara anggota Badan Energi Internasional (IEA) melepas 50 juta barel minyak mentah, kata tiga sumber yang mengetahui pembahasan tersebut kepada Reuters. Dua sumber mengatakan, berdasarkan proposal tersebut, Eropa akan melepas sebagian volume diesel dalam periode 20 hari.
Presiden Prancis Emmanuel Macron memimpin konferensi video dengan para pemimpin negara G7 pada Jumat, kata Istana Elysee. Belum jelas apakah negara-negara G7 telah menyetujui proposal Prancis terkait volume bahan bakar yang akan dilepas.
"Hal ini menunjukkan bahwa tekanan utama di pasar energi bukan lagi ketersediaan minyak mentah, karena arus minyak dari Timur Tengah mulai pulih, melainkan pasokan produk olahan yang terhambat oleh berkurangnya kapasitas dan produksi kilang di Timur Tengah serta Rusia," kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank.
John Kilduff, mitra di Again Capital, menyebut sejumlah persoalan lain yang turut membentuk pasar minyak. "Retorika yang saling berbalas antara AS dan Iran," kata Kilduff. "Pemilu sela. Seperti apa dampaknya terhadap presiden?" "Yang benar-benar membuat Iran kembali bersedia berbicara adalah tekanan terhadap perekonomian mereka," tambah Kilduff.
Pada Kamis, harga minyak ditutup lebih tinggi setelah Reuters melaporkan bahwa kilang-kilang China menghentikan ekspor produk minyak untuk Oktober guna mempertahankan stok domestik.
Harga juga mendapat dukungan setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa AS mengirim kapal induk ketiga dan hingga 10.000 pasukan tambahan ke Timur Tengah ketika Trump mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan terhadap Iran setelah pemilu sela.
Hamad Hussain, ekonom senior bidang iklim dan komoditas di Capital Economics, mengatakan pelepasan cadangan minyak lainnya "bisa cukup untuk membantu mendorong pasar secara keseluruhan kembali mengalami sedikit surplus jika peningkatan arus minyak dari Timur Tengah baru-baru ini terus berlanjut."
Barclays mengatakan dalam sebuah catatan bahwa meskipun arus minyak mentah dari Timur Tengah membaik, fundamental pasar fisik tetap kuat. Persediaan masih terus berkurang, sementara kargo untuk pengiriman segera diperdagangkan dengan premi yang besar dibandingkan harga kontrak berjangka.
Barclays menaikkan proyeksi harga Brent kuartal IV sebesar USD20 per barel menjadi USD115, serta menaikkan proyeksi harga Brent untuk 2026 menjadi USD100 per barel.
(reuters)
Sumber : admin