- Harga minyak jatuh ke bawah USD100 setelah gencatan senjata AS-Iran.
- Selat Hormuz dijamin aman selama dua minggu, meredakan kekhawatiran pasokan.
- Arah harga selanjutnya tergantung keberhasilan negosiasi jangka panjang.
Ipotnews - Harga minyak tersungkur ke bawah USD100 per barel, Rabu, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dua minggu dengan Iran, dengan syarat Selat Hormuz dibuka kembali secara aman dan segera.
Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, anjlok USD14,70 atau 13,45% menjadi USD94,57 per barel pada pukul 14.02 WIB, demikian laporan Reuters dan Bloomberg, di Singapura, Rabu (8/4).
Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, merosot USD16,79 atau 14,86% jadi USD96,16 per barel.
Pengumuman Trump datang menjelang tenggat waktu bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz--jalur transit sekitar 20% minyak dunia--atau menghadapi serangan luas terhadap infrastruktur sipilnya.
Dalam unggahan media sosial, Trump menekankan ini akan menjadi "gencatan senjata dua sisi," setelah sebelumnya memperingatkan bahwa "seluruh peradaban akan hancur malam ini" jika tuntutannya tidak dipenuhi.
Menanggapi hal tersebut, Iran menyatakan akan menghentikan serangan jika gempuran terhadapnya dihentikan, dan menjamin transit aman melalui Selat Hormuz selama dua pekan dengan koordinasi angkatan bersenjata Iran, menurut pernyataan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi.
Analis ING menyebut arah harga selanjutnya akan bergantung pada apakah pembicaraan ini menghasilkan kesepakatan yang tahan lama dan normalisasi aliran minyak yang berkelanjutan melalui Selat Hormuz, dengan volatilitas kemungkinan tetap tinggi selama negosiasi pekan ini.
Beberapa negara Teluk sebelumnya telah mengidentifikasi peluncuran misil dan serangan drone atau mengeluarkan peringatan bagi warga sipil untuk berlindung.
"Bahkan dengan kesepakatan damai, Iran mungkin akan merasa lebih berani untuk mengancam Selat Hormuz di masa depan, dan pasar akan memperhitungkan risiko meningkat untuk jalur ini," kata Saul Kavonic, analis MST Marquee.
Konflik AS-Israel dengan Iran pada Maret mencatat kenaikan harga minyak bulanan paling tajam dalam sejarah, lebih dari 50%. "Masih ada potensi untuk premi geopolitik signifikan yang tertanam untuk masa mendatang, tergantung detail dari kesepakatan komprehensif," kata analis Commonwealth Bank, Vivek Dhar.
Trump menambahkan Amerika telah menerima proposal 10 poin dari Iran yang dianggapnya dapat menjadi dasar negosiasi yang layak, dan kedua pihak sudah sangat dekat untuk mencapai kesepakatan definitif bagi perdamaian jangka panjang.
"Ini adalah langkah awal yang baik dan bisa membuka jalan bagi pembukaan permanen, tapi masih banyak 'jika' yang harus diselesaikan," ujar Tony Sycamore, analis IG. (Reuters/Bloomberg/AI)
Sumber : Admin