Harga Emas Naik Tajam! Dolar Melemah, Dunia Cemas, Investor Serbu Aset Aman
Saturday, July 19, 2025       09:15 WIB

Ipotnews -- Harga emas menguat pada Jumat (18/7), didorong oleh pelemahan dolar AS serta meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global yang membuat investor kembali memburu logam mulia sebagai aset aman (safe haven). Di sisi lain, harga platinum justru terkoreksi setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 2014.
Harga emas spot naik 0,4% menjadi USD 3.351,18 per ons pada pukul 15.53 EDT (1753 GMT), setelah sebelumnya sempat melemah 1,1% pada sesi sebelumnya. Kontrak berjangka emas AS ditutup naik 0,4% di USD 3.358,30 per ons.
"Di pasar logam mulia, kenaikan terjadi secara menyeluruh, berkat pelemahan dolar AS," kata analis Marex, Edward Meir.
Indeks dolar AS turun 0,3%, yang membuat emas lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Analis logam mulia dari Standard Chartered Bank, Suki Cooper, mengatakan bahwa kekhawatiran terhadap pertumbuhan utang AS dan perkembangan kebijakan tarif global akan terus menjaga permintaan terhadap emas. "Untuk saat ini, harga emas masih berada di zona aman," ujarnya.
Gejolak ekonomi dan politik dunia masih berlanjut. Indonesia masih merumuskan rincian kesepakatan dagang barunya dengan Amerika Serikat, sementara Menteri Keuangan AS menyatakan kepada Perdana Menteri Jepang bahwa "kesepakatan yang baik" mungkin tercapai.
Presiden AS Donald Trump kembali menyoroti kebijakan moneter dengan menyatakan tidak berniat memecat Ketua The Fed Jerome Powell, namun tetap mengkritiknya karena belum memangkas suku bunga.
Pelaku pasar kini memperkirakan akan ada dua kali pemangkasan suku bunga di AS sebelum akhir tahun ini, dengan total sebesar 50 basis poin.
Sementara itu, harga platinum spot turun 2% ke level USD 1.428,65 per ons, setelah sebelumnya menyentuh titik tertinggi sejak Agustus 2014.
David Wilson, Kepala Strategi Komoditas Senior di BNP Paribas Markets 360, memperkirakan permintaan fisik dan perhiasan dari investor China akan melemah, sehingga harga platinum kemungkinan akan terkoreksi pada kuartal III 2025.
Palladium ikut melemah 1,6% menjadi USD 1.259,09 per ons, sedangkan perak naik tipis 0,3% ke level USD 38,23 per ons.
Meski palladium menghadapi tantangan jangka panjang dari pertumbuhan kendaraan listrik dan pasokan daur ulang, sentimen di China masih cukup optimistis. Dr. Jonathan Butler dari Mitsubishi Corp. menyatakan bahwa kandungan katalis palladium kemungkinan meningkat seiring regulasi emisi China 7 yang akan berlaku mulai 2028.
(reuters)

Sumber : admin