Harga CPO Turun Dua Hari Beruntun, Tertekan Minyak Nabati Rival
Thursday, May 07, 2026       10:10 WIB
  • Harga minyak sawit Malaysia melemah akibat penurunan harga minyak kedelai dan minyak nabati pesaing lainnya.
  • Kenaikan harga minyak mentah dunia menahan pelemahan lebih dalam karena menopang prospek biodiesel.
  • Analis memperkirakan harga CPO masih berpotensi naik hingga 5.200 ringgit per ton pada pertengahan Juli.

Ipotnews - Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) Malaysia yang menjadi acuan kembali melemah pada perdagangan Kamis, memperpanjang penurunan untuk hari kedua berturut-turut di tengah tekanan dari melemahnya harga minyak nabati pesaing.
Kontrak acuan CPO pengiriman Juli di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 38 ringgit atau 0,83% menjadi 4.541 ringgit per ton pada awal perdagangan.
Tekanan datang dari pasar minyak nabati global. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian turun 1,43%, sementara kontrak minyak sawit di bursa yang sama melemah 1,92%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade juga terkoreksi 0,63%.
Pergerakan harga CPO umumnya mengikuti tren minyak nabati lain karena bersaing dalam pasar minyak nabati global.
Meski demikian, penurunan harga sawit tertahan oleh kenaikan harga minyak mentah dunia. Harga minyak naik sekitar US$1 pada perdagangan awal setelah sebelumnya mengalami penurunan tajam, seiring pelaku pasar menimbang peluang tercapainya kesepakatan damai di Timur Tengah.
Kenaikan harga minyak mentah membuat minyak sawit lebih menarik sebagai bahan baku biodiesel, sehingga membantu menopang permintaan.
Di sisi lain, penguatan mata uang ringgit Malaysia sebesar 0,26% terhadap dolar AS turut membebani pasar karena membuat harga CPO menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.
Analis pasar minyak nabati Dorab Mistry memperkirakan harga CPO Malaysia masih berpotensi naik sekitar 12% menjadi 5.200 ringgit per ton pada pertengahan Juli.
Menurutnya, kenaikan harga energi akibat konflik AS-Israel dengan Iran dapat mendorong permintaan biodiesel sekaligus memperketat pasokan minyak nabati global.(Reuters)

Sumber : Admin