Harga Batu Bara Tembus USD 144,85 Per Ton pada Kontrak September 2026
Wednesday, September 02, 2026       19:32 WIB

AI News - Harga batu bara pasar berjangka melonjak pada perdagangan Rabu 2 September 2026, dengan kontrak Newcastle September mencapai USD 144,85 per ton, menembus level di atas USD 140 per ton setelah meningkatnya permintaan energi global.

Poin Penting

  • Kontrak Newcastle September 2026 naik menjadi USD 144,85 per ton.
  • Kontrak November 2026 mencapai USD 149,05 per ton.
  • Kenaikan dipicu oleh permintaan energi global yang kuat serta kekhawatiran pasokan, termasuk konflik Timur Tengah.
  • IHSG turun 0,26% ke 6.582 dan Rupiah melemah ke Rp 17.755 per dolar pada pukul 10:03 WIB.

Mengapa Harga Batu Bara Naik Tajam di Awal September 2026?


Kenaikan harga batu bara disebabkan oleh meningkatnya permintaan energi global dan kekhawatiran tentang pasokan. Menurut CNBC Indonesia, harga batu bara beralih melewati ambang USD 140 per ton pada perdagangan Rabu 2 September 2026. Investor.id mencatat bahwa kontrak Newcastle September diperdagangkan pada USD 144,85 per ton, sementara kontrak November melampaui USD 149,05 per ton. Kenaikan ini dipicu oleh konflik Timur Tengah yang menambah tekanan pada pasokan LNG serta lonjakan permintaan listrik, yang diproyeksikan hampir mencapai 11.000 TWh pada 2026, memperkuat posisi batu bara sebagai sumber energi utama.

Apa Dampak Kenaikan Harga Batu Bara Terhadap Pasar Energi Global?


Kenaikan harga batu bara memperkuat perannya sebagai sumber utama pembangkit listrik dunia. Investor.id menjelaskan bahwa batu bara masih menyumbang produksi listrik hampir 11.000 TWh pada 2026, menjadikannya bahan bakar utama meski upaya transisi ke energi terbarukan berlangsung lambat. Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan batu bara akan tetap menjadi sumber utama pembangkit listrik hingga 2030, terutama karena gangguan pasokan LNG dan ketidakpastian geopolitik. Harga yang lebih tinggi meningkatkan daya tarik investasi di sektor batu bara, namun sekaligus menambah beban biaya produksi listrik bagi negara-negara yang masih bergantung pada sumber ini, memperlambat agenda dekarbonisasi.

Bagaimana Kenaikan Harga Batu Bara Mempengaruhi Pasar Saham dan Rupiah Indonesia?


Kenaikan harga batu bara turut menekan pasar saham Indonesia serta nilai tukar rupiah. CNBC Indonesia melaporkan bahwa IHSG bergerak melemah 0,26% menjadi 6.582 pada pukul 10:03 WIB, bersamaan dengan pelemahan rupiah ke Rp 17.755 per dolar, mencerminkan sentimen negatif investor terhadap inflasi komoditas energi. Harga batu bara yang tinggi meningkatkan biaya operasional pembangkit listrik domestik, yang pada gilirannya dapat memicu kenaikan tarif listrik dan menurunkan margin perusahaan energi lokal. Oleh karena itu, investor harus memantau dampak lanjutan pada sektor energi dan utilitas Indonesia, karena fluktuasi harga batu bara dapat memengaruhi profitabilitas dan arus modal di pasar modal.

 Disclaimer: This article was produced automatically by Artificial Intelligence (AI) through the compilation and synthesis of information from multiple news sources. It is not independent reporting and does not constitute investment advice. 


Sumber : AI News