Harga Batu Bara Menguat Berkat Kabar dari China
Thursday, September 04, 2025       09:23 WIB

JAKARTA, investor.id -Harga batu bara mayoritas menguat pada Rabu (3/9/2025), Penguatan itu karena ada kabar baik dari China yang mencatat lonjakan proyek pembangkit listrik tenaga batu bara baru pada paruh pertama tahun ini.
Harga batu bara Newcastle untuk September 2025 turun US$ 0,3 menjadi US$ 108,5 per ton. Sedangkan harga batu bara Newcastle Oktober 2025 menguat US$ 0,15 menjadi US$ 109,85 per ton. Sementara November 2025 terkerek US$ 0,3 menjadi US$ 111,1 per ton.
Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk September 2025 turun US$ 0,15 menjadi US$ 96,4. Sedangkan, Oktober 2025 stabil di US$ 97,6. Sementara pada November 2025 terkerek US$ 0,05 menjadi US$ 98,6.
Konsumen utama China mencatat lonjakan proyek pembangkit listrik tenaga batu bara baru pada paruh pertama tahun ini, meski pada saat yang sama juga menambah kapasitas energi bersih dalam jumlah rekor.
Tidak hanya itu, penurunan harga batu bara mulai mengubah peta profitabilitas di sektor kimia China. Keuntungan kini lebih berpihak pada perusahaan yang mengandalkan batu bara sebagai bahan baku, ketimbang produsen tradisional berbasis minyak.
Produsen kimia berbasis batu bara terbesar di China, Ningxia Baofeng Energy Group Co., mencatat lonjakan laba 73% pada semester I tahun ini. Sementara itu, raksasa tambang China Shenhua Energy Co. membukukan kenaikan laba hampir 20 kali lipat di fasilitas kimia Inner Mongolia.
Sebaliknya, perusahaan minyak raksasa Sinopec justru menanggung kerugian 4,5 miliar yuan (US$ 630 juta) di unit kimianya dalam enam bulan pertama tahun ini. Angka ini lebih buruk dibanding kerugian 3,6 miliar yuan pada periode yang sama tahun 2024.
Meski begitu, penguatan harga batu bara dibatasi dengan kebijakan Indonesia mencabut mandat yang mewajibkan penambang menggunakan harga acuan pemerintah sebagai batas minimum untuk penjualan mineral dan batu bara.
Kebijakan Baru RI
Kebijakan baru Indonesia tersebut memungkinkan penambang menjual di bawah harga yang ditetapkan pemerintah. Pelaku industri cenderung memilih Indonesian Coal Index (ICI) karena dianggap lebih transparan, diperbarui lebih sering, serta biasanya mencatat harga lebih rendah dibandingkan acuan resmi.
Dalam sebulan terakhir, harga batu bara sudah jatuh 5,61%, dan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, anjlok hingga 22,22%. Secara historis, harga batu bara pernah menembus rekor tertinggi di US$457,80 per ton pada September 2022.
Meski tengah tertekan, proyeksi analis menunjukkan potensi penguatan terbatas. Trading Economics memperkirakan harga batu bara akan berada di kisaran US$110,19 per ton pada akhir kuartal ini, dan bisa naik tipis ke US$111,99 per ton dalam 12 bulan mendatang.

Sumber : investor.id