- Rupiah menguat 0,40% ke level Rp17.318 per dolar AS pada perdagangan pagi Kamis (7/5), didorong sentimen positif pasar global.
- Penguatan terjadi setelah muncul kabar AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan memorandum satu halaman untuk mengakhiri perang dan membuka negosiasi lanjutan.
- Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai sentimen risk on dan turunnya harga minyak mendukung rupiah, dengan proyeksi pergerakan hari ini di kisaran Rp17.250-Rp17.350 per dolar AS.
Ipotnews - Munculnya kabar Amerika Serikat dan Iran hampir mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang, mendorong nilai tukar rupiah bergerak menguat terhadap dolar dalam perdagangan pagi ini.
Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (7/5) pukul 09.06 WIB, rupiah sedang diperdagangkan di level Rp17.318 per dolar AS, menguat 69 poin atau 0,40% dibandingkan akhir perdagangan Rabu (6/5) di Rp17.387 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan rupiah menguat terhadap dolar AS pagi ini di tengah sentimen risk on dan penurunan harga minyak mentah dunia. "Kondisi ini merespons laporan bahwa AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang," kata Lukman saat dihubungi Ipotnews melalui pesan WhatsApp pagi ini.
Amerika Serikat dan Iran dilaporkan hampir mencapai memorandum satu halaman untuk mengakhiri perang dan membuka negosiasi lanjutan. Rancangan kesepakatan mencakup isu nuklir, pencabutan sanksi, pelepasan dana Iran yang dibekukan, serta pembatasan transit di Selat Hormuz.
Satu sumber Pakistan yang terlibat dalam upaya perdamaian dikutip Reuters mengatakan AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan memorandum satu halaman untuk mengakhiri perang. Kabar ini memberi angin segar di tengah gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran.
Kita akan segera menyelesaikannya. Kita sudah hampir mencapai kesepakatan," kata sumber tersebut kepada Reuters, membenarkan laporan terpisah dari Axios.
"Range kurs rupiah hari ini di kisaran Rp17.250 - Rp17.350 per dolar AS," ujar Lukman.(Adhitya/AI)
Sumber : Admin