Hanya Dua Sektor Bergerak di Jalur Hijau, IHSG Lanjut Melemah 0,31% Pagi Ini
Thursday, July 09, 2026       09:24 WIB
  • IHSG melemah pada sesi pembukaan Kamis (9/7) ke level 5.865, dengan mayoritas sektor terkoreksi.
  • Sentimen negatif muncul dari potensi downgrade Indonesia oleh S&P Dow Jones Indices serta memanasnya konflik AS-Iran
  • Rekomendasi saham dari Imam Gunadi ( IPOT ) adalah (Buy on Pullback), (Buy), dan (Buy on Breakout).

Ipotnews - Pada sesi pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (9/7), IHSG melemah di level 5.865 atau turun 8 poin dari sesi penutupan perdagangan kemarin yang melemah 1,89 persen ke level 5.873, pelemahan yang memutus rentetan kenaikan lima hari beruntun.
Kemudian pada pukul 09.05 WIB, pelemahan Indeks berlanjut menjadi 0,31 atau 18 poin ke level 5.855 dengan pergerakan tertinggi sempat menyentuh level 5.870 dan terendah di level 5.839 yang tetap di zona merah.
Sebanyak 194 emiten menguat, 269 emiten melemah dan 501 emiten stabil. Frekuensi transaksi mencapai 164,9 ribu kali dengan nilai Rp689 miliar serta kapitalisasi pasar mencapai Rp10,24 triliun.
Sembilan sektor melemah dan hanya dua sektor yang menguat yaitu bahan baku sebesar 0,08 persen menjadi 1.469 dan industri yang naik 1,27 persen menjadi 1.540.
Untuk sektor yang melemah yaitu kesehatan terkoreksi -0,99 persen ke level 1.439, transportasi -0,17 persen ke level 1.623, keuangan -0,46 persen ke level 1.304, sektor properti -0,28 persen menjadi 728.
Selanjutnya, sektor konsumer primer melemah -0,38 persen menjadi 869, energi -0,03 persen ke level 2.683, sektor teknologi -0,10 persen menjadi 6.426, sektor infrastruktur -0,62 persen menjadi 1.706 dan konsumer non primer -0,12 persen menjadi 644.
Imam Gunadi, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas ( IPOT ) memaparkan sejumlah kabar pasar terbaru yang diperkirakan akan mempengaruhi sentimen pasar untuk hari ini.
Tercatat harga minyak mentah dunia kembali menguat cukup tinggi 4,37 persen ke level USD73,52 per barel, emas turun 0,83 persen menjadi USD4.082,4 per troy ounce dan batubara naik tipis 0,86 persen ke USD129,1 per metrik ton.
Kabar dari luar negeri lainnya, S&P Dow Jones Indices merilis pengumuman bahwa Indonesia berpotensi didowngrade dari Emerging Market menjadi Frontier Market. Hal ini menjadi salah satu sentimen penekan pasar domestik setelah beberapa lembaga rating lainnya juga melakukan penilaian terhadap pasar domestik.
Kemudian konflik AS-iran kembali memanas, sehingga hal ini membalikkan ekspektasi surplus pasokan pasca OPEC + meeting dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran berakhir.
Untuk rekomendasi saham hari ini, Ia menyarankan tiga emiten unggulan yaitu sebagai berikut :
Pertama, dengan rekomendasi Buy on Pullback dengan entry level 870-885, target 970, dan stop loss 855.
Kedua, dengan rekomendasi Buy dengan entry level 22.875, target 24.275, dan stop loss 22.275.
Ketiga, dengan rekomendasi Buy on Breakout dengan entry level 1.330, target 1.430, dan stop loss 1.280.(Marjudin/ AI)

Sumber : Admin
An error occurred.