Hal yang Harus Dilakukan jika Anda Mendapat Rezeki Tak Terduga
Wednesday, August 13, 2025       18:53 WIB

Kali ini kita akan membahas tentang " Hal-hal Apa yang Harus Dilakukan Jika Anda Mendapat Rezeki Tak Terduga ". Pada artikel sebelumnya yang berjudul Apakah Anda Khawatir Dengan Kondisi Perekonomian Saat Ini?' , kita berbicara tentang bagaimana mempersiapkan diri menghadapi kondisi yang tidak menguntungkan.
Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang bagaimana kita harus bertindak jika kita tiba-tiba dihadapkan pada situasi yang menguntungkan. Misalnya tiba-tiba mendapat kabar bahwa kita menerima warisan yang besar dari kakek atau nenek kita yang telah meninggal dunia.
Ada beberapa hal yang akan kita bahas di sini, sehubungan dengan hal menerima rezeki tak terduga itu. Rezeki tak terduga (rezeki  nomplok  atau durian runtuh atau  windfall ) adalah rezeki yang jumlahnya besar atau sangat besar. Karena sifatnya yang tak terduga (datang tiba-tiba), maka seringkali membuat kita salah langkah karena tidak tahu apa yang sebaiknya dilakukan.
Menerima warisan hanyalah satu contoh saja. Rezeki tak terduga dapat pula berasal dari pembayaran klaim asuransi kematian pasangan kita. Rejeki tak terduga bisa juga berbentuk menang hadiah utama dari suatu lotere, menerima hadiah  door prize  dalam acara peluncuran produk besar, dan lain-lain.
Jika rezeki tak terduga itu berasal dari warisan, atau klaim asuransi kematian pasangan kita, mungkin hal pertama yang harus kita lakukan (sebelum memikirkan tentang apa yang harus diperbuat dengan uang rezeki tak terduga tersebut) adalah berterima kasih kepada pemberi warisan atau pasangan yang meninggal itu.
Setelah itu, kita harus mempertimbangkan untuk melakukan empat hal di bawah ini:
1. Hindari bertindak ceroboh ( impulsive )
Jika Anda menerima rezeki besar yang tidak diduga sebelumnya, berhentilah sebentar dari apa yang sedang Anda lakukan, dan renungkanlah tentang hal-hal yang harus Anda lakukan dengan rezeki tak terduga itu. Berikan waktu yang cukup untuk berpikir sebelum Anda mulai membelanjakan uang dari rezeki tak terduga itu.
Anda mungkin perlu waktu untuk mengkaji ulang posisi keuanganmu, menentukan ulang prioritas sasaran-sasaran keuangan, atau mungkin merasa harus mengumpulkan informasi yang lebih lengkap sebelum mulai membelanjakan uang dari rezeki tak terduga tersebut.
Sementara Anda berpikir, uang rezeki tak terduga itu dapat Anda tempatkan lebih dahulu di tempat yang aman seperti deposito atau pada reksadana pasar uang yang dikelola Manajer Investasi terpercaya. Intinya, Anda tidak bertindak ceroboh ( impulsive ), dan membelanjakan atau menginvestasikan rezeki tak terduga itu tanpa banyak pertimbangan.
2. Tinjau ulang ( review ) kondisi finansial saat ini
Hal kedua yang harus Anda lakukan jika Anda menerima rezeki besar yang tidak terduga adalah melakukan peninjauan ulang ( review ) atas kondisi keuanganmu saat ini. Apakah Anda sudah memiliki Dana Darurat ( Emergency Fund ) yang cukup? Apakah Anda masih memiliki utang kartu kredit yang berbunga tinggi?
Jika Anda belum memiliki Dana Darurat ( Emergency Fund ) yang cukup, atau masih memiliki utang Kartu Kredit yang berbunga tinggi, segera jadikan uang dari rezeki tak terduga itu prioritas untuk mengisi Dana Darurat ( Emergency Fund ) atau dan melunasi utang kartu kredit terlebih dahulu.
Memiliki Dana Darurat ( Emergency Fund ) yang cukup, serta terbebas dari utang kartu kredit yang berbunga tinggi merupakan langkah awal untuk mencapai sasaran-sasaran keuangan Anda yang lain.
3. Pertimbangkan kembali sasaran keuangan jangka menengah dan jangka panjang
Memiliki Dana Darurat ( Emergency Fund ) serta melunasi semua utang kartu kredit yang ada adalah sasaran keuangan jangka pendek. Jika uang rezeki tak terduga yang kita terima cukup besar, mungkin kita masih memiliki sisa setelah mengisi Dana Darurat dan melunasi semua utang-utang jangka pendek.
Selanjutnya yang harus kita lakukan adalah mempertimbangkan kembali ( re-assess ) sasaran-sasaran keuangan jangka pendek dan sasaran-sasaran keuangan jangka panjang yang dulu pernah muncul di pikiran kita, tetapi karena keterbatasan dana masih belum terlaksana, atau terlaksana tetapi lewat pinjaman (utang) yang berbunga tinggi.
Anda mungkin memiliki sasaran keuangan jangka menengah berupa cicilan uang kuliah S-2 yang dibiayai dengan KTA (Kredit Tanpa Agunan) selama tiga tahun, atau utang KTA untuk membeli perangkat dapur ( kitchen set ) yang harus dicicil selama tiga tahun. Utang KTA ini harus kita lunasi dengan uang dari rezeki tak terduga tadi.
Bukan saja karena bunga KTA relatif tinggi, tetapi juga karena utang yang kita ambil itu tidak untuk membeli barang riil (atau barang yang dapat dijual kembali) tetapi barang yang tidak berwujud ( intangible asset ).
Jika rezeki tak terduga itu benar-benar besar jumlahnya, setelah Anda menggunakannya untuk melunasi utang-utang KTA, Anda dapat menggunakannya untuk sasaran keuangan jangka panjang yang dulu tidak dapat terlaksana karena kurangnya dana. Sasaran keuangan jangka panjang ini misalnya adalah membiayai pesta pernikahan anak bungsu Anda, atau membantu anak sulung Anda mencicil rumah di bank.
4. Kumpulkan informasi lebih lengkap
Hal terakhir yang dapat kami sarankan untuk Anda yang menerima rezeki tak terduga adalah untuk mengumpulkan informasi lebih lengkap sebelum melakukan pembelian atau pun untuk berinvestasi dengan uang rezeki tak terduga itu. Jika kabar telah tersebar bahwa Anda baru menerima warisan yang besar, atau baru mendapat pembayaran klaim asuransi yang besar, maka dapat dipastikan bahwa akan banyak pihak yang akan datang kepada Anda dengan berbagai usulan atau proposal. Pada intinya, mereka datang untuk menjual sesuatu dengan tujuan agar Anda membeli produk atau jasa yang ditawarkan.
Anda tidak harus serta merta menolak proposal yang mereka ajukan. Anda hanya perlu untuk mengumpulkan informasi yang lebih lengkap sebelum mengambil keputusan.
Misalnya, ada seorang agen asuransi jiwa yang datang kepada Anda. Agen itu menawarkan asuransi jiwa dengan konsep  unit-linked  yang tidak Anda mengerti. Kalau Anda tertarik dengan tawaran itu, tetapi belum mengerti sepenuhnya apa yang dimaksud dengan  unit-linked , dan cara kerja asuransi jiwa secara  unit-linked , jangan ragu untuk meminta tambahan waktu untuk mengumpulkan informasi yang Anda butuhkan.
Pengalaman saya sendiri, ketika dijelaskan tentang produk asuransi jiwa dalam bentuk  unit-linked , saya pernah tiga kali mengatakan bahwa saya belum mengerti... Agen asuransi itu sampai mengatakan: bapak kan bergelar CFA  masa sih nggak  mengerti?
Menurut saya, ketika mereka datang dengan konsep yang baru, maka bukan menjadi tugas saya untuk mencari tahu tentang  unit-linked  itu, tetapi tugas merekalah untuk menjelaskan kepada saya sampai saya mengerti.
Bagi saya, produk asuransi jiwa yang saya mengerti adalah perjanjian bahwa jika saya meninggal dalam masa yang ditentukan maka Perusahaan asuransi berkewajiban untuk membayar. Sesederhana itu saja.
 Oleh: Fredy Sumendap, CFA  

Sumber : IPS