- Rupiah melemah tipis 0,09% ke Rp17.877 per USD pada Rabu (12/8) pukul 09.10 WIB dari Rp17.861 per USD.
- Pelemahan dipengaruhi sinyal beragam geopolitik Timur Tengah, terutama perkembangan damai Pakistan dan ketegangan terkait Selat Hormuz.
- Investor wait and see menjelang rilis inflasi AS dan pengumuman MSCI , dengan rupiah diproyeksikan bergerak di Rp17.750-Rp18.850 per USD.
Ipotnews - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih bergerak melemah meski tipis pagi ini, seiring perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang penuh ketidakjelasan.
Mengutip data Bloomberg, Rabu (12/8) pukul 09.10 WIB, rupiah sedang diperdagangkan pada level Rp17.877 per dolar AS, melemah 16 poin atau 0,09% dibandingkan akhir perdagangan Selasa (11/8) di posisi Rp17.861 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan bahwa pelemahan tipis rupiah pagi ini dipengaruhi perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang masih memberikan sinyal beragam.
"Laporan dari Pakistan mengindikasikan bahwa proses menuju kesepakatan damai kembali menunjukkan perkembangan positif, sementara Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka sebelum sejumlah persyaratan terpenuhi," kata Lukman saat dihubungi Ipotnews pagi ini melalui pesan WhatsApp.
Di sisi lain, investor juga cenderung bersikap wait and see menjelang rilis data inflasi AS malam ini dan pengumuman MSCI yang dijadwalkan hari ini.
"Range kurs rupiah hari ini diperkirakan Rp17.750 - Rp17.850 per dolar AS," ujar Lukman.(Adhitya/AI)
Sumber : Admin