-
Gagal Bayar Kupon, PEFINDO Turunkan Peringkat ADCP; Status CreditWatch Dipertahankan
Wednesday, June 17, 2026 18:51 WIB
Ipotnews - PT Adhi Commuter Properti Tbk () menghadapi tekanan baru setelah PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menurunkan peringkat kredit perseroan menyusul kegagalan pembayaran kupon Obligasi III Seri A dan Seri B yang jatuh tempo pada 8 Juni 2026.
Dalam sertifikat hasil pemeringkatan pemantauan khusus tertanggal 15 Juni 2026, PEFINDO menyatakan penurunan peringkat dilakukan karena tidak dapat memenuhi kewajiban pembayaran kupon obligasi tepat waktu. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan posisi likuiditas perseroan yang sangat ketat.
Menurut PEFINDO, tekanan likuiditas dipengaruhi oleh terbatasnya kemampuan menghasilkan arus kas operasional, fleksibilitas pendanaan yang rendah, serta masih lemahnya kondisi sektor properti nasional. Faktor-faktor tersebut dinilai membatasi kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek.
Meski demikian, "PEFINDO tetap mempertahankan peringkat idAAA(cg) untuk Obligasi III yang memperoleh jaminan penuh, tanpa syarat, dan tidak dapat dibatalkan dari Credit Guarantee and Investment Facility ( CGIF )," tulis Achmad Wachid Abdullah, Direktur Utama PT Adhi Commuter PropertiTbk dalam laporannya kepada otoritas pasar modal, Rabu (17/6).
Lembaga pemeringkat tersebut menyatakan keyakinannya bahwa CGIF akan menjalankan seluruh kewajiban penjaminan sesuai ketentuan yang berlaku dalam perjanjian penjaminan. "Keberadaan jaminan tersebut memberikan perlindungan bagi pemegang obligasi meskipun kondisi keuangan emiten sedang menghadapi tekanan," imbuh Achmad.
PEFINDO menilai profil kredit masih memperoleh dukungan dari captive market yang berasal dari pengguna layanan LRT, sejalan dengan fokus pengembangan properti berbasis transit ( transit-oriented development /TOD) yang dijalankan perseroan.
Namun, sejumlah faktor masih menjadi pembatas utama bagi kualitas kredit , termasuk struktur permodalan yang sangat agresif, likuiditas yang ketat, kontribusi pendapatan berulang (recurring income) yang masih terbatas, serta tingginya sensitivitas terhadap perubahan kondisi makroekonomi.
PEFINDO juga menyatakan bahwa status peringkat yang saat ini berada dalam pemantauan khusus (CreditWatch) akan ditinjau kembali setelah terdapat kepastian pelaksanaan pembayaran penjaminan oleh CGIF .
Selain itu, evaluasi lanjutan akan mempertimbangkan perkembangan posisi likuiditas jangka pendek, prospek pendanaan, serta kemampuan perseroan memenuhi kewajiban keuangannya secara tepat waktu. (AI)
Sumber : admin