GOLF Akselerasi Proyek Strategis
Wednesday, June 03, 2026       18:58 WIB

JAKARTA, investor.id --PT Intra GolfLink Resorts Tbk () menatap sisa tahun 2026 dengan optimisme tinggi. Setelah membukukan pertumbuhan kinerja pada 2025 dan kuartal I-2026, perseroan membidik pertumbuhan pendapatan lebih dari 10% tahun ini dengan menjaga margin laba bersih tetap di atas 20%.
Target tersebut akan ditopang kombinasi pendapatan berulang (recurring revenue) dari operasional lapangan golf dan akselerasi pengembangan proyek properti premium di Bali, Sentul, dan Belitung. Sejalan dengan strategi tersebut, pemegang saham juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 10,36 miliar atau 20% dari laba bersih tahun buku 2025.
Direktur Utama Dwi Febri Astuti mengatakan, perseroan akan fokus mempercepat penyelesaian sejumlah proyek strategis guna memperbesar sumber pendapatan baru dan memperkuat posisi sebagai pengembang destinasi golf dan pariwisata terintegrasi. "Sepanjang 2025, perseroan terus memperkuat posisi sebagai pengembang destinasi golf dan pariwisata terintegrasi melalui penguatan operasional di Bali, Sentul, dan Belitung. Ke depan, fokus kami adalah mengakselerasi penyelesaian proyek-proyek strategis dan memaksimalkan pendapatan dari berbagai fasilitas komersial baru," ujar Dwi dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6/2026).
Salah satu proyek unggulan yang menjadi fokus utama adalah pengembangan Banyan Tree Pecatu Resorts di kawasan New Kuta Golf, Bali. Resort tersebut akan dioperasikan oleh Banyan Tree Hotels & Resorts, operator perhotelan mewah internasional yang memiliki portofolio di berbagai destinasi premium dunia.
Manajemen menilai kehadiran Banyan Tree akan meningkatkan daya tarik kawasan Pecatu sebagai destinasi golf dan wisata premium sekaligus memperkuat posisi New Kuta Golf di pasar internasional.
Untuk mendukung pengembangan kawasan, perseroan juga meningkatkan kualitas fasilitas lapangan golf, termasuk pengembangan Hole 17 "Dewa's Landing" yang menjadi ikon New Kuta Golf. Selain itu, tengah membangun event venue berkapasitas sekitar 100 orang, clubhouse baru, serta area komersial yang diharapkan memperluas basis pendapatan berulang.
Sebagai bagian dari percepatan proyek Bali, sekitar 30%-40% sisa belanja modal (capex) 2025 senilai Rp323 miliar dialihkan ke 2026 untuk mendukung pembangunan fisik yang lebih intensif.
Selain Bali, perseroan terus melanjutkan proses serah terima proyek Sequoia Hills di Sentul yang dikembangkan melalui kerja sama operasi dengan Trinitiland. Proyek tersebut diharapkan menjaga kesinambungan arus kas dari segmen properti.
Sementara itu di Belitung, mengembangkan kawasan Black Rocks Golf & Leisure sebagai kutub pertumbuhan baru. Perseroan berencana menghadirkan berbagai fasilitas rekreasi, termasuk Laskar Pelangi Beach Food Plaza dan Black Rocks Camping Ground.
Pengembangan kawasan tersebut juga akan diperkuat dengan proyek hunian premium The Links Golf Villa Belitung, yang ditujukan untuk menciptakan sumber pendapatan baru dari segmen properti dan hospitality.
Komisaris Utama Darma Mangkuluhur Hutomo mengatakan seluruh proyek di Bali, Sentul, dan Belitung dirancang sebagai ekosistem terintegrasi yang saling mendukung.
"Visi adalah menciptakan ekosistem golf-tourism yang terintegrasi di Indonesia. Portofolio kami yang mencakup lapangan golf berstandar internasional, fasilitas leisure, serta pengembangan properti terintegrasi di Bali, Sentul, dan Belitung akan menciptakan nilai investasi jangka panjang yang optimal bagi pemegang saham," kata Darma.
Sementara itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Selasa (2/6/2026), pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih 2025 sebesar Rp 51,81 miliar. Selain dividen, sebesar Rp 15,54 miliar dialokasikan sebagai cadangan wajib dan Rp 25,90 miliar sebagai cadangan lainnya untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi bisnis.
Untuk diketahui, pada tahun buku 2025, membukukan pendapatan bersih Rp 215,5 miliar, meningkat 8,9% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 198 miliar. Pertumbuhan ditopang oleh lonjakan pendapatan New Kuta Golf Bali yang mencapai Rp 182,3 miliar serta mulai diakuinya pendapatan dari segmen properti melalui serah terima The Links Golf Villa Cluster 1 dan proyek Sequoia Hills.
Perseroan juga membukukan laba bersih Rp51,8 miliar di tengah fase investasi dan pengembangan kawasan. Momentum positif tersebut berlanjut pada kuartal I-2026. mencatatkan pendapatan bersih Rp28,82 miliar atau naik 1,31% secara tahunan. Laba usaha melonjak 146,16% menjadi Rp3,18 miliar dari Rp1,29 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, laba bersih tumbuh 20,6% menjadi Rp 1,60 miliar. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan segmen lapangan golf yang menyumbang pendapatan Rp 22,74 miliar atau meningkat 2,8% secara tahunan, serta keberhasilan perseroan menekan beban umum dan administrasi sebesar 8,71%.

Sumber : investor.id
An error occurred.