Fokus BEI Jelang Akhir Tahun 2025
Friday, October 03, 2025       17:12 WIB

JAKARTA, investor.id -Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap optimistis terhadap prospek pencatatan saham baru tahun ini, meskipun realisasi IPO hingga kuartal III-2025 baru mencapai 23 perusahaan. Jumlah tersebut masih jauh dari target 66 IPO, namun total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 15,1 triliun.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan bahwa capaian tersebut tetap menunjukkan tren positif dari sisi nilai penghimpunan dana.
"Secara umum, kondisi geopolitik global mempengaruhi appetite perusahaan untuk IPO. Namun dari sisi pertumbuhan jumlah perusahaan tercatat, BEI masih lebih unggul dibandingkan sejumlah bursa di Asia Tenggara," jelas Nyoman kepada media di Jakarta, Jumat (3/10/2025).
Data World Federation of Exchanges per Agustus 2025 mencatat, jumlah perusahaan yang tercatat di BEI tumbuh 0,95% year-to-date (YTD). Angka ini lebih tinggi dibandingkan bursa di Thailand, Filipina, Vietnam (Ho Chi Minh), maupun Singapura yang justru mencatat penurunan.
Saat ini terdapat 11 perusahaan dalam pipeline IPO BEI. Nyoman menegaskan, fokus bursa bukan sekadar mempercepat jumlah, tetapi memastikan kesiapan dan kualitas calon emiten.
"Kami berharap perusahaan-perusahaan dalam pipeline dapat memenuhi persyaratan regulasi, menjaga keberlangsungan usaha, dan memberi manfaat bagi stakeholder pasar modal. Dengan demikian, kehadiran mereka bisa menambah pilihan investasi bagi investor," jelasnya.
Terkait kekhawatiran investor atas kinerja saham pasca-IPO, Nyoman menekankan bahwa kualitas emiten tidak dapat diukur hanya dari fluktuasi harga saham jangka pendek. Dari 23 emiten baru, delapan di antaranya mengalami penurunan harga saham di pasar sekunder.
"Fluktuasi harga saham dipengaruhi oleh banyak faktor seperti demand investor, kondisi makroekonomi, hingga likuiditas pasar. Oleh karena itu, penurunan harga dalam jangka pendek tidak selalu mencerminkan lemahnya kualitas perusahaan," katanya.
BEI, lanjut Nyoman, terus memperkuat peran sebagai fasilitator dan pengawas melalui pendampingan serta pengawasan berkelanjutan. Evaluasi rutin juga dilakukan, tidak hanya berfokus pada kepatuhan regulasi, tetapi juga pada praktik tata kelola perusahaan.
Strategi Kuantitas dan Kualitas
Menjelang akhir 2025, BEI menekankan bahwa kualitas tetap menjadi prioritas utama. Sejumlah inisiatif dijalankan untuk mendukung transformasi calon emiten, termasuk go public workshop, coaching clinic, one-on-one meeting, hingga networking event.
Selain itu, BEI memperkuat kerja sama dengan kementerian/lembaga, asosiasi pengusaha, perbankan, dan mitra strategis lainnya. Edukasi pasar tidak hanya berfokus pada IPO saham, tetapi juga mencakup instrumen pendanaan alternatif seperti obligasi, sukuk, dan efek beragun aset.
"Dengan langkah-langkah ini, BEI optimis perusahaan yang berhasil tercatat akan berkualitas, berdaya saing, dan memberi kontribusi nyata bagi pertumbuhan pasar modal serta perekonomian nasional," ujar Nyoman.

Sumber : investor.id