Februari, Stok Sawit Malaysia Diprediksi Turun untuk Bulan Kedua Beruntun
Tuesday, March 03, 2026       14:08 WIB
  • Stok CPO Malaysia diperkirakan turun 6,52% menjadi 2,63 juta ton pada Februari, terendah dalam 4 bulan terakhir.
  • Produksi CPO turun 17,8% menjadi 1,3 juta ton, terpengaruh faktor musiman, meski masih tertinggi sejak 2019.
  • Ekspor CPO anjlok 20,8%, impor diprediksi meningkat, menyeimbangkan penurunan stok akibat faktor ekonomi global dan persaingan dengan Indonesia.

Ipotnews - Stok minyak sawit (CPO) Malaysia diperkirakan menyusut untuk bulan kedua berturut-turut pada Februari, mencatatkan titik terendah dalam empat bulan terakhir.
Penurunan tersebut terjadi akibat merosotnya output musiman yang lebih besar daripada dampak perlambatan ekspor, menurut hasil survei  Reuters .
Berdasarkan perkiraan rata-rata dari 10 trader, penanam, dan analis yang disurvei  Reuters,  stok CPO Malaysia diprediksi mencapai 2,63 juta metrik ton pada Februari, melorot 6,52% dibandingkan Januari. Ini merupakan level terendah sejak November tahun lalu, demikian laporan  Reuters,  di Kuala Lumpur, Selasa (3/3).
Produksi minyak sawit diperkirakan mencapai 1,3 juta metrik ton pada Februari, mengalami penurunan 17,8% dibandingkan bulan sebelumnya. Ini menandai penurunan produksi bulan keempat berturut-turut. Meski terjadi penurunan, angka tersebut masih menjadi produksi tertinggi pada Februari sejak 2019.
Paramalingam Supramaniam, Direktur Pelindung Bestari, perusahaan pialang yang berbasis di Selangor, menjelaskan bahwa penurunan produksi ini dipengaruhi faktor musiman, dengan Februari yang hanya memiliki 28 hari. Faktor ini mempengaruhi hasil produksi di tengah bulan yang lebih singkat.
Supramaniam juga menyebutkan perlambatan ekspor menjadi salah satu faktor yang turut berperan dalam berkurangnya stok. Ekspor minyak sawit Malaysia diperkirakan anjlok 20,8% pada Februari, mencapai 1,18 juta metrik ton, setelah dua bulan berturut-turut mengalami kenaikan.
Hal ini mencerminkan adanya ketidakpastian pasar yang cukup besar, salah satunya terkait dengan penguatan ringgit Malaysia dan persaingan ketat dari Indonesia sebagai produsen utama minyak sawit dunia.
"Ketidakpastian ekonomi global, terutama yang terkait dengan penguatan ringgit dan persaingan dari Indonesia, membuat ekspor terhambat. Kami memprediksi stok minyak sawit Malaysia akan turun marginal karena faktor-faktor ini, namun faktor tak terduga, seperti peningkatan impor, bisa mempengaruhi situasi lebih lanjut," ujar Supramaniam.
Survei juga menunjukkan meski ekspor menurun, impor CPO ke Malaysia diprediksi meningkat signifikan pada Februari, yang dapat membantu menyeimbangkan penurunan produksi dan ekspor.
The Malaysian Palm Oil Board ( MPOB ) dijadwalkan merilis data bulanan terkait stok, produksi, dan ekspor pada 10 Maret, yang akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai situasi pasar minyak sawit negara ini. (Reuters/AI)
Breakdown of February estimates (in metric tons):


Range

Median

Production

1,176,500 - 1,388,160

1,297,000

Exports

1,100,000 - 1,300,000

1,176,285

Imports

28,000 - 60,000

38,500

Closing Stocks

2,550,000 - 2,871,802

2,631,997

*Stok resmi 2.815.493 ton pada Januari ditambah ekspektasi produksi dan impor di atas menghasilkan total pasokan Februari sebesar 4.150.993 ton. Berdasarkan median ekspor dan perkiraan stok akhir, konsumsi domestik Malaysia pada Februari diprediksi 342.712 ton.

Sumber : Admin

berita terbaru
Monday, Mar 16, 2026 - 10:26 WIB
Kepemilikan Saham 28 Februari 2026 UNTR
Monday, Mar 16, 2026 - 10:25 WIB
Kepemilikan Saham 28 Februari 2026 TOSK
Monday, Mar 16, 2026 - 10:24 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of KDTN
Monday, Mar 16, 2026 - 10:20 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of SMRA
Monday, Mar 16, 2026 - 10:19 WIB
Kepemilikan Saham 28 Februari 2026 MREI
Monday, Mar 16, 2026 - 10:18 WIB
Kepemilikan Saham 28 Februari 2026 ADMR
Monday, Mar 16, 2026 - 10:13 WIB
MDIY Ekspansi 270 Toko Baru