FASW Akan Tambah Kegiatan Usaha Konsultansi Manajemen, Bidik Sinergi dan Pendapatan Baru
Thursday, June 04, 2026       11:09 WIB
  • akan menambah kegiatan usaha baru di bidang Aktivitas Konsultansi Manajemen dan Bisnis Industri ( 70202) untuk meningkatkan sinergi, efisiensi operasional grup, serta membuka peluang sumber pendapatan baru dari jasa konsultansi.
  • Studi kelayakan independen menyatakan rencana tersebut layak dijalankan, dengan NPV Rp5,55 miliar, IRR 192,88%, Profitability Index 6,11, dan periode pengembalian investasi 2 tahun 7 bulan.
  • Perseroan memperkirakan kegiatan baru akan berdampak positif pada kinerja keuangan, melalui peningkatan pendapatan dan laba berulang (recurring income), tanpa memerlukan investasi besar maupun penambahan tenaga kerja khusus karena memanfaatkan kompetensi internal yang sudah ada.

Ipotnews - PT Fajar Surya Wisesa Tbk () berencana memperluas ruang lingkup usahanya dengan menambah kegiatan usaha baru di bidang jasa konsultansi manajemen dan bisnis industri.
Langkah tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 10 Juni 2026.
Dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan pada Kamis (4/6), manajemen menyampaikan bahwa Perseroan akan menambahkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia () 70202 tentang Aktivitas Konsultansi Manajemen dan Bisnis Industri.
Perseroan menjelaskan, penambahan kegiatan usaha tersebut merupakan upaya optimalisasi pemanfaatan sumber daya internal yang telah dimiliki, terutama kompetensi di bidang operasional, keuangan, hukum dan sumber daya manusia yang berkembang seiring perjalanan bisnis perusahaan.
menegaskan bahwa kegiatan baru tersebut tidak ditujukan untuk ekspansi pasar secara luas, melainkan untuk mendukung kebutuhan anak usaha dan perusahaan afiliasi dalam kelompok usaha Perseroan. Melalui layanan konsultansi internal tersebut, perusahaan berharap dapat meningkatkan sinergi dan efisiensi operasional di tingkat grup sekaligus menciptakan nilai tambah dari kompetensi yang dimiliki.
Selain memperkuat integrasi layanan pendukung, manajemen juga melihat peluang memperoleh tambahan pendapatan dari jasa konsultansi yang diberikan. Diversifikasi usaha tersebut disebut akan dilakukan secara terbatas, terukur dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta tata kelola perusahaan yang baik.
Sebagai dasar pelaksanaan rencana tersebut, Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto & Rekan untuk melakukan studi kelayakan. Berdasarkan hasil kajian independen tersebut, penambahan kegiatan usaha dinilai layak dari aspek pasar, teknis, pola bisnis, model manajemen maupun keuangan.
Dalam analisis pasar, penilai menilai prospek industri jasa konsultansi manajemen di Indonesia masih berkembang positif seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Namun demikian, kegiatan yang akan dijalankan pada tahap awal lebih difokuskan untuk melayani perusahaan-perusahaan dalam kelompok usaha sehingga risiko bisnis dinilai relatif terbatas.
Dari sisi teknis, perusahaan dinilai memiliki kapabilitas yang memadai karena dapat memanfaatkan pengalaman operasional dan kompetensi internal yang telah tersedia. Pelaksanaan kegiatan usaha baru juga tidak memerlukan tambahan sumber daya yang signifikan.
Sementara itu, dari aspek keuangan, studi kelayakan menunjukkan hasil yang positif. Penilai mencatat nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp5,55 miliar, Internal Rate of Return (IRR) mencapai 192,88%, Profitability Index (PI) sebesar 6,11, serta periode pengembalian investasi (payback period) selama 2 tahun 7 bulan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa proyek dinilai layak dan berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi Perseroan.
Target utama layanan konsultansi yang akan diberikan adalah entitas dalam kelompok usaha Perseroan, termasuk PT Dayasa Aria Prima yang merupakan anak usaha dengan kepemilikan 99,99%, serta PT Prokemas Adhikari Kreasi yang merupakan perusahaan afiliasi dengan kesamaan anggota pengurus.
Manajemen memperkirakan penambahan kegiatan usaha tersebut akan memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan Perseroan. Kontribusi pendapatan dari jasa konsultansi yang bersifat berulang (recurring) diproyeksikan dapat meningkatkan pendapatan usaha, laba kotor, laba bersih serta memperkuat posisi kas perusahaan.
Selain itu, peningkatan pendapatan dan laba diperkirakan akan memperbaiki rasio profitabilitas, termasuk Net Profit Margin (NPM) dan Return on Assets (ROA), sekaligus memperkuat likuiditas melalui arus kas operasional yang lebih baik. Karakter bisnis konsultansi yang relatif ringan aset (low capital intensive) juga dinilai dapat mendukung peningkatan margin perusahaan.
Perseroan menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan usaha baru tidak memerlukan perekrutan tenaga kerja khusus karena kebutuhan kompetensi dapat dipenuhi oleh sumber daya manusia internal yang telah memiliki pengalaman dan keahlian relevan. Penugasan akan dilakukan secara fleksibel dengan melibatkan fungsi keuangan, hukum, sumber daya manusia, operasional dan fungsi pendukung lainnya.
Untuk memperoleh persetujuan atas rencana tersebut, akan menggelar RUPSLB pada Rabu, 10 Juni 2026 pukul 10.30 WIB di Mvenpick Hotel Jakarta City Centre, Jakarta Pusat. Selain meminta persetujuan penambahan kegiatan usaha, rapat juga akan membahas penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan terkait maksud dan tujuan usaha agar selaras dengan ketentuan 2025.
(Adhitya/AI)

Sumber : admin
An error occurred.