Emas Tembus Level Puncak Sejak April, Didukung Asa Perdamaian Timur Tengah
Wednesday, May 06, 2026       14:30 WIB
  • Emas naik 2,4% terdorong sinyal perdamaian AS-Iran, dolar melemah, dan kekhawatiran inflasi mereda.
  • Harga logam mulia lain ikut melonjak: perak +4,2%, platinum +2,6%, paladium +2,5%.
  • Investor menunggu data non-farm payroll AS untuk menilai ekonomi dan kebijakan Fed.

Ipotnews - Harga emas melambung lebih dari 2%, Rabu, setelah Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal kemungkinan tercapainya kesepakatan perdamaian dengan Iran, yang menekan dolar dan minyak, sekaligus meredakan kekhawatiran inflasi.
Emas spot melonjak 2,4% menjadi USD4.667,39 per ons pada pukul 13.32 WIB, level tertinggi sejak 28 April, demikian laporan  Reuters,  di Bengaluru, Rabu (6/5).
Sementara, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Juni melompat 2,4% menjadi USD4.678,20 per ons.
Selasa, Trump menyatakan akan menghentikan sementara operasi pengawalan kapal melalui Selat Hormuz, mengutip kemajuan menuju kesepakatan komprehensif dengan Iran.
Menurut Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, "Operasi Epic Fury telah selesai," dan menambahkan, "Kami tidak menginginkan situasi tambahan terjadi."
Kenaikan emas terjadi seiring harga minyak yang tersungkur akibat berkurangnya risiko geopolitik, meski gencatan senjata rapuh antara Amerika dan Iran tetap berlaku. "Setiap tanda eskalasi ulang ketegangan antara keduanya akan memicu aksi ambil untung atau penutupan net long position jangka pendek pada emas," kata Kelvin Wong, analis OANDA.
Depresiasi dolar AS membuat logam yang dihargakan dalam greenback menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
Sementara itu, harga minyak yang tinggi berpotensi memicu inflasi, meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga. Emas sering dianggap sebagai lindung nilai inflasi, tetapi suku bunga tinggi membuat aset berbunga menjadi lebih menarik, sehingga menekan daya tarik logam kuning.
Investor selanjutnya menantikan laporan non-farm payrolls Amerika pekan ini, yang akan menguji ketahanan ekonomi dan kebijakan moneter Federal Reserve.
"Faktor seperti risiko pertumbuhan ekonomi, memburuknya hubungan geopolitik, volatilitas mata uang, dan risiko penurunan pasar saham akan terus mendukung peran emas sebagai diversifikasi portofolio," ujar ANZ.
Logam mulia lainnya juga mencatat kenaikan signifikan. Harga perak di pasar spot melambung 4,2% menjadi USD75,84 per ons, platinum melompat 2,6% ke posisi USD2.002,75, dan paladium melesat 2,5% jadi USD1.522,93 per ons. (Reuters/AI)

Sumber : Admin