Emas Naik Lebih dari 1%, Pasar Berspekulasi pada Terobosan Diplomatik AS-Iran
Wednesday, July 22, 2026       03:43 WIB
  • Emas naik lebih dari 1% didorong harapan gencatan senjata AS-Iran.
  • Emas spot menguat 1,6% ke USD4.068,29 per ons.
  • Pasar menanti keputusan suku bunga the Fed pekan depan.

Ipotnews - Harga emas menguat lebih dari 1 persen, Selasa, didorong harapan tercapainya terobosan diplomatik antara Amerika dan Iran yang berpotensi meredakan gejolak di pasar energi serta mengurangi ekspektasi kebijakan moneter agresif dari Federal Reserve.
Emas spot melonjak 1,6 persen menjadi USD4.068,29 per ons pada pukul 01.00 WIB, sementara harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Agustus ditutup melompat 1,5 persen ke posisi USD4.076,40 per ons, demikian laporan  Reuters,  di Bengaluru, Selasa (21/7) atau Rabu (22/7) dini hari WIB.
Analis Marex, Edward Meir, mengatakan penguatan tidak hanya terjadi pada emas, tetapi juga berbagai komoditas lainnya di tengah meningkatnya optimisme bahwa gencatan senjata di Timur Tengah berpeluang terwujud dalam waktu dekat.
"Komoditas bergerak lebih tinggi secara luas karena ekspektasi bahwa gencatan senjata di Timur Tengah mungkin sedang dalam proses," kata Meir.
Dia menambahkan, emas juga mendapat dukungan dari aksi beli teknikal setelah berhasil menembus tren penurunan jangka pendek yang berlangsung sejak 6 Juli. Namun, menurutnya, pergerakan harga emas dalam waktu dekat kemungkinan masih akan berada dalam kisaran terbatas.
Sentimen positif muncul setelah seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada  Reuters  bahwa Teheran telah menerima proposal dari para mediator mengenai gencatan senjata selama 10 hari sebagai bagian dari upaya menyelamatkan kesepakatan sementara yang sebelumnya telah disusun.
Sebelumnya, lonjakan harga minyak akibat gangguan pasokan dari kawasan Teluk menjadi faktor yang menekan harga emas. Kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat spekulasi bahwa suku bunga AS akan tetap tinggi untuk jangka waktu lebih lama.
Meski emas secara tradisional dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti logam kuning.
Pelaku pasar kini menantikan hasil rapat kebijakan moneter Federal Reserve yang berlangsung selama dua hari pekan depan, termasuk pernyataan Chairman Kevin Warsh yang diharapkan memberikan petunjuk mengenai arah suku bunga selanjutnya.
Berdasarkan FedWatch Tool CME Group, pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 68 persen bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September.
Dalam catatannya, Commerzbank menilai level psikologis USD4.000 per ons sejauh ini masih mampu bertahan dengan baik dan menjadi penopang penting bagi pasar emas.
"Level psikologis USD4.000 tampaknya tetap kokoh menopang pasar emas. Namun, kekhawatiran terkait suku bunga di Amerika Serikat kemungkinan akan membatasi potensi pemulihan yang lebih kuat," tulis Commerzbank.
Logam mulia lainnya, harga perak spot melambung 4,1 persen menjadi USD58,72 per ons. Platinum melesat 1,9 persen ke posisi USD1.623,63 per ons, sedangkan paladium melejit 2,4 persen jadi USD1.282,25 per ons. (Reuters/AI)

Sumber : Admin