Emas Menguat Disokong Depresiasi Dolar dan Prospek Pemangkasan Suku Bunga
Monday, December 08, 2025       13:30 WIB
  • Emas naik karena dolar melemah dan ekspektasi kuat pemangkasan suku bunga the Fed.
  • Data ekonomi AS melemah, memperkuat sentimen dovish dan peluang pemotongan suku bunga sekitar 88%.
  • Logam lain bervariasi: perak terkoreksi setelah reli, sementara platinum dan paladium menguat.

Ipotnews - Harga emas menguat, Senin, didorong depresiasi dolar dan meningkatnya keyakinan pelaku pasar bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada pertemuan pekan ini.
Emas spot naik 0,3% menjadi USD4.207,99 per ons pada pukul 12.30 WIB, sementara harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Desember turun 0,1% jadi USD4.237 per ons, demikian laporan  Reuters,  di Bengaluru, Senin (8/12).
Indeks Dolar AS (Indeks DXY) melemah dan berada di dekat posisi terendah dalam satu bulan yang dicapai pada 4 Desember, membuat emas yang diperdagangkan dalam greenback menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Analis KCM Trade, Tim Waterer, mengatakan data indeks harga PCE inti Amerika yang dirilis pekan lalu tidak memicu kejutan, sehingga memperkuat ekspektasi the Fed akan menurunkan suku bunga.
Menurut dia, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter ini menjadi faktor pendorong kenaikan harga logam kuning. "Antisipasi pemangkasan suku bunga membuat dolar tertahan, sekaligus memberi ruang bagi harga emas untuk terus bergerak naik," ujar Waterer.
Pada saat bersamaan, data pengeluaran konsumen Amerika menunjukkan kenaikan moderat pada September setelah tiga bulan mencatat pertumbuhan kuat.
Hal itu menandakan mulai melemahnya momentum ekonomi pada akhir kuartal ketiga, seiring pelemahan pasar tenaga kerja dan meningkatnya biaya hidup yang menekan permintaan.
Data tenaga kerja swasta yang dirilis sebelumnya juga membukukan penurunan paling tajam dalam lebih dari dua setengah tahun.
Komentar bernada dovish dari sejumlah pejabat the Fed semakin memperkuat keyakinan pasar terhadap penurunan suku bunga.
FedWatch Tool CME Group menunjukkan pasar kini memperkirakan peluang sekitar 88% untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan the Fed minggu ini.
Suku bunga yang lebih rendah cenderung menguntungkan aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Logam lainnya, perak melemah 0,4% menjadi USD58,05 per ons, setelah menembus rekor tertinggi baru pada Jumat di level USD59,32.
Sepanjang tahun berjalan, harga perak meroket lebih dari 100%. Waterer menilai perak masih dipandang undervalued dibandingkan emas, dan reli sepanjang 2025 mencerminkan meningkatnya permintaan industri serta ekspektasi kebutuhan pasar akan terus melampaui pasokan hingga 2026.
Sementara itu, platinum melonjak 1,4% menjadi USD1.664,20, dan paladium menguat 0,8% jadi USD1.468,26. (Reuters/AI)

Sumber : Admin