- Harga emas naik 0,84% didorong pelemahan dolar dan minyak.
- Gencatan senjata Israel-Lebanon dan ekspektasi perdamaian AS-Iran dukung sentimen.
- Logam mulia lain juga menguat: perak, platinum, dan paladium.
Ipotnews - Harga emas menguat, Kamis, didukung pelemahan dolar AS dan harga minyak mentah, seiring investor menilai prospek tercapainya resolusi konflik Amerika-Israel-Iran.
Emas spot naik 0,84% menjadi USD4.472,18 per ons pada pukul 13.30 WIB, sementara harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Agustus melompat 0,65% jadi USD4.496,10 per ons, demikian laporan Reuters dan Bloomberg, di Bengaluru, Kamis (4/6).
Pelemahan dolar membuat emas yang dihargai dalam greenback menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain.
"Penguatan emas masih sangat bergantung pada pergerakan minyak dan dolar. Harganya hanya bergerak naik ketika keduanya melemah, sehingga emas sangat sensitif terhadap berita positif terkait Amerika dan Iran untuk momentum yang berkelanjutan," ujar Tim Waterer, Chief Market Analyst KCM Trade.
Israel dan Lebanon sepakat untuk memberlakukan gencatan senjata guna mengakhiri konflik, menurut pemerintahan Trump, Rabu, meningkatkan harapan tercapainya kesepakatan lebih luas untuk mengakhiri konflik dengan Iran.
DPR Amerika yang dikuasai Partai Republik juga menyetujui resolusi yang membatasi Presiden Donald Trump melanjutkan perang terhadap Iran, mencerminkan kekhawatiran meningkat di kalangan anggota partai terkait konflik yang sudah berlangsung tiga bulan.
Harga minyak merosot, Kamis, seiring gencatan senjata antara Lebanon dan Israel yang meningkatkan ekspektasi kesepakatan perdamaian AS-Iran. Minyak yang tinggi biasanya dapat mendorong inflasi dan membuat suku bunga tetap tinggi lebih lama.
Logam kuning , sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, cenderung tertekan oleh suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.
John Williams, Presiden Federal Reserve New York, menekankan bahwa dia tidak melihat risiko kenaikan inflasi akibat perang di Timur Tengah berlangsung lama dan menegaskan tidak diperlukan perubahan kebijakan moneter Amerika saat ini.
"Tidak berarti bull run emas telah berakhir, tetapi jelas saatnya terjadi penyesuaian pasar. Saya memperkirakan perdagangan yang bergejolak menuju akhir tahun, dengan bias naik tipis hingga sekitar USD5.000 per ons," ujar Matt Simpson, analis StoneX.
Logam mulia lain juga mencatat kenaikan. Perak spot menguat 0,6% menjadi USD73,13 per ons, platinum melonjak 0,9% ke posisi USD1.875,70, dan paladium bertambah 0,3% jadi USD1.306. (Reuters/Bloomberg/AI)
Sumber : Admin